Buol, Tinombala.com// Dalam menyambut hari raya Nyepi yang jatu pada bulan Maret 78 Masehi terpantau ada empat petinggi unsur pimpinan Umat Hindu Di Buol melakukan pembersihan Lokasi Upacara Melasti bersama anggota di pantai Bokat, Kecamatan Bokat, Kabupaten Buol, Provinsi Sulteng Minggu 23 Maret 2025
Unsur pimpinan yang hadir yaitu.
1 PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia)
– I WayanSudadnya (Ketua)
– I Wayan Sunata (Sekretaris 1)
– I Nengah Suardanawasa (Sekretaris 2)
2 PSN (Pinandita Sanggrahan Nusantara)
– Pinandita I Nyoman Sutama (Ketua)
– Pinandita I Inengah Suandi (Bendahara)
3 LPDG (Lembaga Pengembangan Dharma Gita)
– I Wayan Jaya, S,PD. (Ketua)
4 WHDI (Wanita Hindu Dharma Indonesia )
– Ni Kadek Ayu Sinarwati, S,Pd (Ketua)
– Ni Made Sutarmi, ST. Tr. Keb (Bidang Kesehatan )

I Wayan Gara, S.Sos, M.K.M anggota fraksi NasDem DPRD Buol dan juga sebagai ketua Paruman Walaka PHDI Kabupaten Buol membenarkan adanya Umat Hindu melakukan bersih bersih pantai untuk digunakan upacara kebesaran Hari Nyepi maret 78 Masehi.
“Nyepi adalah sebuah momen yang sangat spesial dimana umat Hindu Bali mendedikasikan sepenuhnya untuk mendekatkan diri dengan Tuhan (Hyang Widi Wasa) melalui serangkaian upacara, doa, puasa, dan meditasi. Di antara banyak perayaan yang diadakan orang Bali sepanjang tahun, upacara keagamaan dinilai sangat penting dan tidak boleh dilewatkan.
Tahun Baru Hindu, berdasarkan penanggalan Saka, dimulai pada tahun 78 Masehi. Agama Hindu yang kala itu berasal dari India dimulai pada saat negara tersebut mengalami krisis dan konflik sosial yang berkepanjangan, dimana setelah melalui perselisihan yang panjang, Raja Kaniskha I dinobatkan pada tanggal 1 (satu hari setelah tilem) bulan 1 (caitramasa) tahun 01 Saka , pada bulan Maret 78 M,” Ungkap I Wayan Gara, S.Sos, M.K.M dari Politisi Partai Blusukan Surya Paloh. (Red)
















