TINOMBALA.COM, Mataram — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai menggeser strategi pembiayaan pembangunan energi. Tak lagi bergantung pada anggaran negara dan daerah, NTB membidik sumber dana alternatif, dari hibah investasi hingga penerbitan obligasi hijau berbasis syariah.
Salah satu proyek yang didorong adalah pembangunan pembangkit listrik tenaga mikrohidro di Bendungan Pandanduri. Proyek ini memanfaatkan investment grant agar layak secara ekonomi dan menarik bagi pembiayaan jangka panjang.
“Invesment grant ini digunakan untuk membangun pembangkit listrik tenaga mikrohidro di Bendungan Pandanduri, sehingga proyek itu jadi eligible secara ekonomi,” ujar Niken.
Di saat bersamaan, NTB tengah menyiapkan penerbitan green sukuk melalui Bank NTB Syariah. Instrumen ini dirancang untuk menghimpun dana publik di luar skema APBN dan APBD, sekaligus membuka ruang pembiayaan berkelanjutan bagi sektor energi terbarukan.
“Kenapa obligasi daerah? Karena kita mau mengeksplor skema pembiayaan di luar APBN dan APBD untuk pembangunan energi terbarukan,” katanya.
Namun ambisi pengembangan energi berbasis sampah masih terganjal realitas di lapangan. Volume sampah di TPA Kebon Kongok baru mencapai sekitar 300 ton per hari, jauh di bawah syarat minimal 1.000 ton per hari sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.
Keterbatasan itu membuat proyek waste to energy skala besar belum layak dijalankan. Meski begitu, pendekatan skala kecil mulai menunjukkan hasil.
Sekitar 8.000 unit instalasi biogas telah dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan memasak. Program ini dikembangkan melalui kerja sama dengan Yayasan Rumah Energi, yang mendorong konversi sampah organik menjadi energi alternatif berbasis komunitas.
“Sejauh ini kami bekerja sama dengan Yayasan Rumah Energi, sudah mengonversi waste to energy dan manfaatnya sudah dirasakan masyarakat,” kata Niken.
Di tengah keterbatasan infrastruktur, langkah NTB ini memperlihatkan arah baru, memadukan proyek energi berskala besar dengan solusi berbasis komunitas, sambil mencari celah pembiayaan di luar jalur konvensional. (Sumber Kominfotik/***)











