Breaking News

Home / Agam / Bandar Lampung

Senin, 20 April 2026 - 11:09 WIB

Retribusi Dipungut, Laporan Dipertanyakan, Kisruh Pasar Palupuh

Foto Istimewa

Foto Istimewa

TINOMBALA.COM, Palupuh, Agam — Aktivitas di Pasar Palupuh yang hanya berlangsung sekali sepekan, setiap Selasa, kini dibayangi tanda tanya panjang. Bukan soal transaksi dagang, melainkan alur uang yang dipungut dari para pedagang.

Sejak pengelolaan dialihkan dari pemerintahan nagari ke Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pasia Laweh pada 2021, mekanisme keuangan pasar disebut belum sepenuhnya terang. Sekretaris pasar, E. Dt. Rajo Upeh, mengaku tidak pernah menerima laporan keuangan sejak awal masa pengalihan. “Sepanjang yang saya ketahui, tidak ada laporan uang masuk dan keluar kepada sekretaris,” ujarnya.

Struktur pengelola pasar sebenarnya telah dibentuk, dengan pengawas dari unsur wali nagari serta jajaran ketua, sekretaris, dan bendahara. Namun, menurut sejumlah keterangan, keberadaan administrasi formal belum diikuti dengan praktik pelaporan yang rutin dan terbuka.

Di lapangan, pungutan tetap berjalan. Sekitar 40 kios dan lapak disewakan dengan tarif bervariasi. Selain itu, terdapat iuran kebersihan dan pungutan parkir. Seorang warga yang disebut sebagai petugas pemungut sewa pasar disebut aktif melakukan penarikan, meski belum memberikan penjelasan saat dimintai konfirmasi.

Pertanyaan serupa juga diarahkan kepada bendahara pasar, yang hingga kini belum memberikan keterangan resmi.

Tokoh masyarakat setempat, S. Dt. Bandaharo, menilai situasi ini perlu dijelaskan secara terbuka. Ia mengajukan sejumlah pertanyaan mendasar: siapa yang berwenang memungut retribusi, apakah setiap pungutan disertai bukti resmi, serta ke mana dana tersebut disetorkan dan dicatat.

“Hal-hal seperti ini seharusnya memiliki dasar administrasi yang jelas, termasuk surat keputusan dan pembukuan yang bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Pemerintah Nagari Pasia Laweh menyatakan posisinya sebatas pengawasan. Pengelolaan pasar berada di bawah kewenangan KAN, sementara sektor parkir disebut dikelola pihak lain. Di sisi lain, diakui pula bahwa kelengkapan surat keputusan pengurus pasar masih belum sepenuhnya rampung.

Baca Juga:  Satpol PP Buol Amankan Dua Pemuda Pesta Miras di Kawasan Masjid Agung

Situasi ini membuka ruang tafsir yang beragam di tengah masyarakat. Sebagian menilai perlunya transparansi lebih jauh untuk menghindari kesalahpahaman, terutama terkait pengelolaan dana publik yang bersumber dari aktivitas pasar.

Hingga laporan ini disusun, Ketua Pasar Palupuh belum dapat dihubungi untuk memberikan penjelasan. Sementara itu, warga berharap ada kejelasan resmi dari seluruh pihak terkait, agar aktivitas pasar rakyat tersebut tetap berjalan tanpa dibayangi polemik berkepanjangan. (TIM)

Share :

Baca Juga

Bandar Lampung

Ancaman di Balik Batas 30 Persen

Agam

Satgas TMMD dan Warga Gotong Royong Cor Jalan di Jorong Simauang Hilia

Agam

Ketua TP PKK Agam dan Ketua Persit Kodim 0304/Agam Edukasi Siswa SDN 04 Simauang tentang Personal Hygiene

Agam

Tim Medis Siaga di Lokasi TMMD, Personel Satgas yang Terluka Langsung Ditangani

Bandar Lampung

Tiga Satuan Fungsi Polresta Bukittinggi Turun Langsung, Hari Ke 16 Ramadan Bagikan 200 Paket Takjil

Bandar Lampung

Empat Pesan Lebaran dari Mahyeldi Ansharullah

Agam

Tugu TMMD Berdiri di Simauang Hilia, Menjadi Penanda Karya Satgas dan Warga

Agam

Hari Ke-13 TMMD, Rumah Reyot Ermawati Perlahan Berdiri Berkat Gotong Royong TNI dan Warga
error: Konten ini dilindungi hak cipta!