Breaking News

Home / Sulteng / Tolitoli

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:53 WIB

Jalan Trans Sulawesi Terancam Putus, BPJN Bangun Benteng Penahan Longsor di Basidondo

Foto Istimewa Aco-TB

Foto Istimewa Aco-TB

Luapan sungai dan abrasi di Desa Silondou dinilai dapat mengancam akses utama penghubung antarwilayah dan antarprovinsi di Sulawesi.

TINOMBALA.COM, Tolitoli Sulawesi Tengah — Ancaman terputusnya akses Jalan Trans Sulawesi akibat abrasi dan longsoran tanah di bantaran sungai Desa Silondou, Kecamatan Basidondo, mendorong Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XIV Sulawesi Tengah melakukan langkah pengamanan. Salah satunya dengan membangun konstruksi kawat bronjong dan tembok penahan longsor di sejumlah titik yang dinilai rawan bencana.

Pekerjaan tersebut dilakukan sebagai upaya melindungi badan jalan nasional yang menjadi jalur utama penghubung antarkabupaten, antarprovinsi, sekaligus urat nadi distribusi barang dan mobilitas masyarakat di Pulau Sulawesi.

Di lokasi pekerjaan, terlihat pemasangan bronjong berbahan baja galvanis yang diisi batu kali. Konstruksi itu dipasang di sepanjang area bantaran sungai yang mengalami erosi akibat derasnya arus air saat musim penghujan. Kondisi tersebut selama ini dikhawatirkan dapat menggerus badan jalan hingga berpotensi menyebabkan kerusakan serius.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 ruas Lingadan–BT Dalam Kota–Silondou–Malala, Moh. Ari Subandera, membenarkan adanya pekerjaan pengamanan jalan di sejumlah titik rawan bencana di Kabupaten Tolitoli.

Menurut Ari, kawasan Desa Silondou menjadi salah satu lokasi yang memerlukan penanganan segera karena sering mengalami luapan sungai ketika curah hujan tinggi. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat mengancam keberadaan badan jalan dan mengganggu kelancaran lalu lintas pengguna jalan.

“Lokasi ini kerap terdampak luapan sungai saat musim hujan. Penanganan dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan yang lebih besar dan menjaga agar akses transportasi masyarakat tetap berjalan normal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan bronjong dan tembok penahan longsor tidak hanya bertujuan melindungi infrastruktur jalan, tetapi juga memastikan pelayanan jalan nasional tetap optimal. Keberadaan jalur tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung aksesibilitas, mobilitas masyarakat, serta aktivitas ekonomi antarwilayah bahkan antarprovinsi.

Baca Juga:  84 Jemaah Haji Buol Siap Berangkat, Pemda Pastikan Antar Jemput Hingga Tuntas

Menurutnya, kerusakan pada ruas Jalan Trans Sulawesi dapat berdampak luas, mulai dari terganggunya arus distribusi barang hingga terhambatnya aktivitas masyarakat yang bergantung pada jalur transportasi tersebut.

Karena itu, BPJN Sulawesi Tengah berupaya melakukan langkah antisipatif sebelum kerusakan yang lebih parah terjadi. Pembangunan pengamanan tebing sungai diharapkan mampu menahan gerusan air sekaligus memperkuat struktur tanah di sekitar badan jalan.

Ari juga mengajak masyarakat untuk ikut mendukung pelaksanaan pekerjaan tersebut agar dapat berjalan lancar sesuai rencana. Partisipasi warga, kata dia, menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan infrastruktur yang manfaatnya dirasakan bersama.

Dengan pembangunan bronjong dan tembok penahan longsor itu, BPJN berharap risiko terputusnya Jalan Trans Sulawesi akibat abrasi dan bencana alam dapat diminimalkan, sehingga konektivitas antarwilayah di Sulawesi tetap terjaga dan aktivitas ekonomi masyarakat tidak terganggu. (Aco)

Share :

Baca Juga

Palu

Pupuk Ilegal Musnah, Kejati Sulteng Tunjukan Komitmen Lawan Peredaran Pupuk ILegal

Morowali

Kapolres Morowali Himbau Masyarakat Waspada Terhadap Modus Penipuan Menggunakan Nama Pejabat Kepolisian

Buol

Kementrian Sosial Gandeng Pemerinta Daerah Buol Salurkan Bansos ATENSI-YAPI 2025

Sulteng

Tambang Ilegal Menjamur di Sulteng, Hukum Diduga Kehilangan Taring, Siapa Pemodal di Balik PETI?

Buol

Berpacu dengan Waktu, Sekolah Rakyat Rintisan di Buol Didorong Segera Beroperasi

Sulteng

Tanam Disiplin Sejak Bangku Sekolah, Satlantas Touna Ingatkan Pelajar, Keselamatan Bukan Sekadar Aturan

Poso

Hutan Adat Tampo Bada Dikepung Ekskavator, Hukum Tidur? Saat Tanah Leluhur Terancam

Touna

Untuk Kelancaran Lalu Lintas dan Keamanan Masyarakat, Polres Touna Gelar Strong Point Pagi
error: Konten ini dilindungi hak cipta!