Palu, Tinombala.Com// Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, akan mengunjungi warga terdampak banjir di Kabupaten Morowali Utara (Morut) pada Rabu, 9 April 2025. Ia akan menggunakan pesawat komersil dari Palu ke Bandara Morowali, kemudian menggunakan mobil atau motor ke lokasi-lokasi terdampak bencana banjir tersebut.
Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi masyarakat terdampak dan memberikan dukungan kepada mereka.
Anwar Hafid, telah melakukan langkah-langkah untuk menangani dampak bencana banjir di Kabupaten Morowali Utara (Morut). Ia telah melakukan kontak langsung dengan Bupati Morut, dr. Delis, untuk membahas langkah penanganan bencana banjir tersebut.
Selain itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dr. Akris Fattah Yunus, telah mengidentifikasi beberapa lokasi terdampak bencana banjir, yaitu 4 kecamatan dan 9 desa, dengan jumlah warga terdampak yang signifikan,” Kata Akris
Salah satu contoh adalah Desa Bunta di Kecamatan Petasia Timur, yang memiliki 743 kepala keluarga (KK) atau 2.827 jiwa yang terdampak.
” Bencana banjir di Kabupaten Morowali Utara (Morut) telah menyebabkan dampak yang signifikan pada beberapa desa dan kecamatan. Berikut adalah rincian dampak yang terjadi
1. Desa Bunta.
Jumlah warga terdampak: 743 KK atau 2.827 jiwa, jumlah pengungsi: 96 KK atau 194 jiwa, jumlah rumah terdampak: 351 unit (terendam). Fasilitas umum terdampak: 4 unit gereja terendam.
2. Desa Peboa
Jumlah warga terdampak: 21 KK atau 84 jiwa, jumlah pengungsi: 11 KK atau 44 jiwa, jumlah rumah terdampak: 17 unit (terendam).
3. Desa Mahoni
Jumlah warga terdampak: 300 KK atau 84 jiwa, jumlah rumah terdampak: 250 unit (terendam). Fasilitas umum terdampak: 1 unit Pustu terendam
4. Kecamatan Petasia Barat
* Desa Oneput
Jumlah warga terdampak: 209 KK atau 695 jiwa, jumlah rumah terdampak: 8 unit (terendam)
* Desa Sampalowo
Jumlah warga terdampak: 86 KK atau 286 jiwa, jumlah rumah terdampak: 80 unit (terendam).Fasilitas umum terdampak: ruas jalan 15 meter terendam
* Desa Ulula’a
Jumlah warga terdampak: 160 KK atau 490 jiwa, fasilitas umum terdampak: 1 unit rumah ibadah terendam.
Dampak bencana banjir ini cukup luas dan mempengaruhi banyak aspek kehidupan warga, termasuk rumah, fasilitas umum, dan kegiatan ekonomi. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya penanganan dan pemulihan yang cepat dan efektif untuk membantu warga yang terdampak.,” Ungkap Akris ***

















