Tinombala.com, Bukittinggi Sumatera – Asap tipis mengepul dari panci aluminium di sudut warung itu. Di balik etalase kaca yang mulai buram oleh uap, potongan rendang tersusun rapi, bersisian dengan ayam balado yang merah menyala. Di papan kecil dekat kasir, angka-angka harga ditulis sederhana tanpa tambahan embel-embel promosi. Di tengah kota wisata yang kian mahal, Kadai Nasi 77 memilih bertahan dengan satu sikap harga tetap waras.
Warung yang berada di kawasan Kecamatan ABTB ini tak pernah benar-benar sepi sejak menjelang siang. Mahasiswa datang berkelompok, sebagian masih mengenakan jaket almamater. Pelajar berseragam duduk berdempetan. Ada pula pekerja harian yang singgah sebelum kembali ke lapak atau kantor Mereka datang bukan untuk suasana, melainkan untuk kepastian: sepiring nasi hangat dengan lauk rumahan yang tak menguras isi dompet.
Menu yang ditawarkan tak neko-neko. Mie goreng, gulai tunjang, ayam balado, hingga rendang menjadi andalan Cita rasanya cenderung akrab tidak terlalu tajam, tidak pula hambar. Rasa yang aman bagi banyak lidah. Di tengah naiknya harga bahan pokok, mempertahankan banderol murah bukan perkara mudah. Namun pemilik warung ini memilih menekan margin ketimbang kehilangan pelanggan setia.
Letaknya yang dikelilingi kos-kosan dan sekolah membuat Kadai Nasi 77 seperti dapur kedua bagi sebagian orang. Di jam makan siang, antrean mengular hingga ke tepi jalan. Percakapan bercampur bunyi sendok beradu dengan piring seng. Tak ada dekorasi estetik, tak ada pendingin ruangan. Yang ada hanya meja panjang, bangku plastik, dan perputaran pelanggan yang cepat.
Seorang pelanggan, Puspita, mengaku hampir setiap pekan makan di sana. “Rasanya enak dan harganya masih masuk akal. Kalau bisa jangan naik,” katanya singkat. Kalimat itu mungkin sederhana, tapi memuat kegelisahan banyak orang hari ini.
Di kota yang terus bertumbuh dan menuntut lebih, Kadai Nasi 77 justru memilih tidak berubah banyak. Ia berdiri sebagai pengingat bahwa di balik gemerlap destinasi wisata, selalu ada ruang-ruang kecil yang menjaga perut tetap kenyang tanpa membuat kepala ikut pening memikirkan ongkosnya. (Sari)

















