Breaking News

Home / Buol / Sulteng

Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:14 WIB

Habis Beras, “Tumbang Harapan” Buol Menoleh ke Sagu sebagai Jalan Baru Ketahanan Pangan

Foto Istimewa

Foto Istimewa

TINOMNALA.COM, Buol Sulawesi Tengah — Di tengah kekhawatiran terhadap ancaman krisis pangan dan ketergantungan tinggi pada beras, Pemerintah Kabupaten Buol mulai menyiapkan arah baru kebijakan pangan daerah. Sagu, tanaman rawa yang selama puluhan tahun nyaris dipinggirkan, kini kembali dilirik sebagai penyangga ekonomi sekaligus alternatif ketahanan pangan.

Gagasan itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Suksesi Asta Cita di Morowali, 13/05/2026. Forum tersebut dihadiri kepala daerah se-Sulawesi Tengah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi.

Bupati Buol mengatakan pemerintah daerah telah menyampaikan langsung kepada Gubernur Sulawesi Tengah mengenai rencana konservasi kawasan sagu di wilayah Buol.

“Kami sudah sampaikan ke Pak Gubernur untuk mohon dibantu. Pemda Buol sedang menyusun usulan konservasi lahan sagu dan di area sekitar akan dibangun pabrik mini hilirisasi perkebunan sagu,” kata Risharyudi dalam percakapan grup kanal internal pemerintah daerah yang diperoleh media ini Sabtu, 16/05/2026.

Risharyudi Triwibowo Bupati Kabupaten Buol Sulawesi Tengah Foto Istimewa

Menurut dia, langkah awal yang disiapkan adalah mengusulkan seluruh kawasan sagu yang masih tersisa di Kabupaten Buol masuk dalam area konservasi produksi. Pemerintah daerah juga mulai memetakan kawasan rawa dan lahan basah yang selama ini didominasi hutan nipah untuk secara bertahap dikembangkan menjadi kawasan sagu produktif.

“Semua area sagu Buol yang masih ada hari ini akan diusulkan masuk lahan konservasi, sambil melihat potensi area basah atau rawa yang ditumbuhi hutan nipah untuk secara bertahap kita coba ganti menjadi hutan sagu produksi,” ujarnya.

Wacana itu lahir di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap ketahanan pangan nasional. Sejumlah daerah mulai menghadapi persoalan menyusutnya lahan pertanian, perubahan iklim, hingga ketergantungan pasokan beras dari luar wilayah.

Baca Juga:  Hari Bhayangkara di Buol Tahun Ini Beda, Kejurnas Grass Track Siap Mengguncang

Tema “Habis Beras, Tumbang Harapan” kemudian muncul sebagai refleksi atas ancaman tersebut. Pemerintah daerah bersama sejumlah kalangan akademisi dan pemerhati pangan mulai mendorong seminar maupun Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas masa depan pangan alternatif di Buol.

Buol dinilai memiliki karakter geografis yang memungkinkan pengembangan sagu dalam skala besar, terutama pada kawasan rawa dan pesisir. Selain lebih adaptif terhadap lahan basah, sagu juga dikenal memiliki daya tahan tinggi terhadap perubahan cuaca dan tidak membutuhkan pola budidaya intensif seperti padi.

Risharyudi menilai Buol dapat belajar dari sejumlah daerah yang lebih dulu mengembangkan ekonomi berbasis sagu. Kabupaten Kepulauan Meranti di Provinsi Riau, misalnya, berhasil membangun industri pengolahan sagu yang menopang ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal serupa juga berkembang di sejumlah wilayah pesisir Papua, termasuk Kabupaten Jayapura.

“Ayo belajar dari Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Jayapura, dan daerah lainnya. Mereka mampu menggerakkan ekonomi lokal dan meningkatkan PAD dari olah dan kelola sagu. Buol juga bisa,” katanya.

Pemerintah daerah kini mulai membahas kemungkinan pembangunan industri pengolahan sagu skala kecil hingga menengah. Produk turunannya diproyeksikan tidak hanya berupa tepung sagu, tetapi juga pangan olahan dan komoditas bernilai tambah lain.

Di tengah ancaman krisis pangan global, arah pembangunan pangan di Buol tampaknya mulai bergerak perlahan, dari sawah menuju rawa, dari beras menuju sagu. Pemerintah daerah berharap langkah itu tidak sekadar menjadi wacana, melainkan fondasi baru menuju Buol sebagai lumbung sagu Sulawesi Tengah. (Red)

Share :

Baca Juga

Sulteng

Menyelam, Warga Watusongu Tewas

Palu

Suasana Haru, Irjen Pol Dr. Agus Nugroho Resmi Tinggalkan Polda Sulteng

Buol

Satpol PP Buol Siaga Sambut Lebaran

Buol

Bupati Lantik Pejabat Tinggi Pratama Di Lingkup Pemerinta Kabupaten Buol 

Buol

PWRI Kecam Tindakan Wapri Bupati Buol Halangi Kerja Jurnalis

Buol

Operasi Patuh Tinombala 2026 Digelar Dua Pekan, Pengendara Diminta Lengkapi Surat dan Perlengkapan Kendaraan

Buol

Tragedi di Jalan Kecamatan Bukal Buol: Satu Orang Meninggal, Satu Luka-Luka

Buol

Bupati Buol Hadiri Malam Nuzulul Qur’an Bertempat Di Mesjid Tawakal
error: Konten ini dilindungi hak cipta!