Buol Sulteng — Pelayanan kesehatan di RSUD Mokoyurli Kabupaten Buol mendapat apresiasi dari keluarga pasien yang menjalani perawatan di ruang Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK). Kinerja dokter spesialis kandungan bersama bidan dan tenaga medis lainnya dinilai sigap, kompak, serta memberikan pelayanan yang memuaskan.
Apresiasi tersebut disampaikan salah seorang keluarga pasien kepada wartawan media ini, Minggu, 1 November 2026. Ia mengaku puas dengan pelayanan yang diterima pasien sejak mendapatkan penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) hingga menjalani perawatan di ruang bersalin.
Menurut dia, dokter dan tenaga medis, khususnya bidan, memberikan pelayanan secara profesional dan penuh perhatian. Penanganan pasien dinilai berjalan baik, disertai pendampingan intensif selama proses perawatan dan persalinan.
” Kami sangat puas dan berterima kasih atas pelayanan yang diberikan. Dokter spesialis kandungan bersama para bidan memberikan perhatian luar biasa kepada pasien. Mereka tidak hanya melakukan penanganan medis, tetapi juga terus memberikan motivasi dan semangat kepada ibu-ibu yang sedang berjuang menjalani persalinan normal,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kekompakan dokter spesialis kandungan dan seluruh bidan dalam mendampingi pasien. Kehadiran tenaga medis yang memberikan dukungan serta semangat dinilai menjadi kekuatan tersendiri bagi ibu yang menghadapi proses persalinan.
Bagi keluarga pasien, pelayanan kesehatan bukan semata-mata soal tindakan medis, tetapi juga menyangkut kepedulian, komunikasi, dan dukungan psikologis kepada pasien.
” Kami merasa senang dan bersyukur. Dokter dan bidan selalu kompak memberikan pelayanan terbaik serta mendampingi pasien. Semoga kualitas pelayanan seperti ini terus dipertahankan,” katanya.
Apresiasi tersebut menjadi catatan positif bagi pelayanan ruang bersalin RSUD Mokoyurli Buol. Di tengah tuntutan masyarakat terhadap mutu layanan kesehatan, profesionalitas tenaga medis dan kepedulian terhadap pasien menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap rumah sakit daerah. (**)
Editor Minhar





















