Buol, Tinombala.Com// Lokasi Hutan kawasan bugu di Kecamatan Paleleh Kabupaten Buol Sulawesi Tengah merupakan wilayah yang menjadi buruan para pelaku mafia tambang emas illegal, dikarenakan di lokasi tersebut memiliki tingkat ketebalan material emas yang menjanjikan mafia Peti.
” Sekarang diduga sudah delapan unit alat berat beroprasi di hutan kawasan bugu, rencananya akan ada 15 eksavator yang digunakan di loksi itu,” kata warga setempat yang enggan namanya disebutkan kepada media ini, Minggu 31 Agustus 2025
Hampir dua bulan lamanya sejumlah alat berat yang dikerahkan membangun akses jalan menuju lokasi kawasan hutan tambang emas ilegal hutan kawasan bugu yang berbatasan antara Kabupaten Buol dan Kabupaten Pohowato Provinsi Gorontalo.
” Saat ini akses jalan menuju lokasi bugu sudah tembus seminggu lalu potensi kekayaan alam hutan kawasan ini dijamin material emasnya sangat tebal, lokasi itu dikenal oleh warga palele masih perawan,” tuturnya.
Menurutnya, lokasi yang akan menjadi areal tambang bugu itu tepatnya berada di wilayah yang berdekatan dengan kawasan hutan lindung yang sulit dijangkau jika menggunakan kendaraan roda dua, namun setelah terbukanya akses jalan yang dibangun menggunakan alat berat diduga milik seorang pengusaha bernama Agus kini penambang mulai ramai mengais pundi – pundi rejeki di lokasi tersebut.
” Sekarang diduga ada delapan eksavator beroprasi di bugu, ada juga warga yang mulai mendulang,” ceritanya.
Jika ada pihak lain yang ingin beroprasi di bugu satu unit eksavator dipatok sebesar Rp 50 juta.
” Sekarang baru ada diduga delapan alat yang bekerja, nanti akan menyusul tujuh alat, satu alat Rp50 juta,” terangnya.
Dikonfirmasi, Agus yang diduga disebut – sebut selaku pengelolah tambang emas ilegal di lokasi hutan kawasan abugu, belum dapat memberikan penjelasan, dihubungi melalui via WhatsApp yang bersangkutan tak memberikan jawaban hingga berita ini diterbitkan. (Rm/Red)



















