Breaking News

Home / Bukittinggi Sumatera

Jumat, 20 Februari 2026 - 21:40 WIB

Di Balik Etalase Sederhana, Kadai Nasi 77 Menjaga Harga Tetap Waras di Bukittinggi

Foto Istimewa (Sari/TB)

Foto Istimewa (Sari/TB)

Tinombala.com, Bukittinggi Sumatera – Asap tipis mengepul dari panci aluminium di sudut warung itu. Di balik etalase kaca yang mulai buram oleh uap, potongan rendang tersusun rapi, bersisian dengan ayam balado yang merah menyala. Di papan kecil dekat kasir, angka-angka harga ditulis sederhana tanpa tambahan embel-embel promosi. Di tengah kota wisata yang kian mahal, Kadai Nasi 77 memilih bertahan dengan satu sikap harga tetap waras.

Warung yang berada di kawasan Kecamatan ABTB ini tak pernah benar-benar sepi sejak menjelang siang. Mahasiswa datang berkelompok, sebagian masih mengenakan jaket almamater. Pelajar berseragam duduk berdempetan. Ada pula pekerja harian yang singgah sebelum kembali ke lapak atau kantor Mereka datang bukan untuk suasana, melainkan untuk kepastian: sepiring nasi hangat dengan lauk rumahan yang tak menguras isi dompet.

Menu yang ditawarkan tak neko-neko. Mie goreng, gulai tunjang, ayam balado, hingga rendang menjadi andalan Cita rasanya cenderung akrab tidak terlalu tajam, tidak pula hambar. Rasa yang aman bagi banyak lidah. Di tengah naiknya harga bahan pokok, mempertahankan banderol murah bukan perkara mudah. Namun pemilik warung ini memilih menekan margin ketimbang kehilangan pelanggan setia.

Letaknya yang dikelilingi kos-kosan dan sekolah membuat Kadai Nasi 77 seperti dapur kedua bagi sebagian orang. Di jam makan siang, antrean mengular hingga ke tepi jalan. Percakapan bercampur bunyi sendok beradu dengan piring seng. Tak ada dekorasi estetik, tak ada pendingin ruangan. Yang ada hanya meja panjang, bangku plastik, dan perputaran pelanggan yang cepat.

Seorang pelanggan, Puspita, mengaku hampir setiap pekan makan di sana. “Rasanya enak dan harganya masih masuk akal. Kalau bisa jangan naik,” katanya singkat. Kalimat itu mungkin sederhana, tapi memuat kegelisahan banyak orang hari ini.

Baca Juga:  Bukittinggi Bersolek: Kota Mulai Berpihak pada Pejalan Kaki, Jam Gadang Jadi Titik Awal

Di kota yang terus bertumbuh dan menuntut lebih, Kadai Nasi 77 justru memilih tidak berubah banyak. Ia berdiri sebagai pengingat bahwa di balik gemerlap destinasi wisata, selalu ada ruang-ruang kecil yang menjaga perut tetap kenyang tanpa membuat kepala ikut pening memikirkan ongkosnya. (Sari)

Share :

Baca Juga

Bukittinggi Sumatera

Digerebek Saat Tarawih, Oknum ASN BRIN Koto Tabang dan Seorang Datuak Terseret Dugaan Asusila di Palupuh

Bukittinggi Sumatera

Bukan Sekadar Silaturahmi, Pertemuan Dandim Agam dan Kapolresta Bukittinggi Bahas Agenda Strategis

Bukittinggi Sumatera

Sengketa Lahan Berujung Laporan Pidana, Polisi Usut Dugaan Pencurian Sawit dan Perusakan Plang

Bukittinggi Sumatera

Mahasiswa Bukittinggi Turun ke Jalan, Satu Sorotan Mereka soal Perayaan 100 Tahun Jam Gadang Bikin Banyak Orang Terkejut

Bukittinggi Sumatera

SMSI dan Awak Media Bukittinggi Berbagi Takjil di Sore Ramadan

Bukittinggi Sumatera

Maninjau Mendadak Lumpuh Tengah Malam, Tebing di Sungai Landia Runtuh dan Tutup Akses Total

Bukittinggi Sumatera

Kasat Reskrim Polresta Bukittinggi Janjikan Percepatan Penanganan Perkara

Bukittinggi Sumatera

Ganja di Tepi Ngarai Sianok, Pedagang Ditangkap Polisi
error: Konten ini dilindungi hak cipta!