Breaking News

Home / Jabodetabek / Nasional

Senin, 9 Maret 2026 - 11:39 WIB

Air Meluap Di Jantung Ibu Kota

Foto Istimewa

Foto Istimewa

Tinombala.com, Jakarta — Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Sabtu malam, 7 Maret 2026, kembali menelanjangi kerentanan kawasan pusat kota terhadap banjir. Di Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, air menggenang di sejumlah titik sejak dini hari. Tiga wilayah paling terdampak berada di Kelurahan Bendungan Hilir, Karet Tengsin, dan Petamburan kawasan padat yang selama ini kerap menjadi langganan genangan setiap kali hujan berintensitas tinggi mengguyur ibu kota.

Di Bendungan Hilir, genangan paling mencolok terjadi di RW 01. Air yang datang dari luapan Kali Krukut merembes ke pemukiman warga setelah hujan turun hampir sepanjang malam. Sejumlah warga memilih meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke Masjid Al Falah Benhil. Sekitar 40 orang, termasuk anak-anak dan lansia, menghabiskan malam di ruang ibadah itu, menunggu air surut sambil bertahan dengan bantuan logistik seadanya.

Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin, turun langsung meninjau lokasi genangan pada Minggu pagi, 8 Maret 2026. Ia menyusuri kawasan Benhil yang masih dikepung air, memastikan kondisi warga serta upaya penanganan yang dilakukan di lapangan. Menurut Arifin, luapan Kali Krukut menjadi faktor utama yang memperparah genangan di kawasan tersebut setelah curah hujan tinggi mengguyur sejak malam sebelumnya.

Di tengah suasana Ramadan, pemerintah kota berupaya memastikan kebutuhan dasar para pengungsi tetap terpenuhi. Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat menyalurkan bantuan natura serta makanan siap saji bagi warga yang mengungsi di masjid. Anak-anak dan keluarga yang terdampak banjir juga mendapat perhatian khusus agar tetap bisa menjalani hari-hari Ramadan meski berada di tempat pengungsian.

Sementara itu, upaya penanganan genangan dikebut oleh Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Pusat. Di Jalan Benhil Raya, tepatnya di depan Rumah Sakit Mintohardjo, petugas mengoperasikan pompa apung untuk menyedot air yang menggenangi jalan. Tujuh personel diterjunkan untuk mempercepat proses pengeringan kawasan yang sempat mengganggu aktivitas lalu lintas di sekitar lokasi.

Baca Juga:  Gubernur Banten Andra Soni: Pers Mitra Strategis Pemerintah Daerah

Genangan juga dilaporkan terjadi di Jalan Petamburan I. Air mengumpul akibat tingginya muka air Kanal Banjir Barat yang berdekatan dengan kawasan tersebut. Kondisi jalan yang cekung, ditambah curah hujan yang tinggi, membuat air sulit surut dengan cepat. Petugas kembali mengandalkan pompa apung untuk menurunkan volume air di jalan.

Bagi sebagian warga Tanah Abang, peristiwa ini bukan cerita baru. Setiap musim hujan datang dengan intensitas tinggi, kawasan padat di jantung ibu kota itu seolah kembali diuji oleh persoalan klasik: drainase yang kewalahan, sungai yang meluap, dan genangan yang datang lebih cepat daripada kemampuan kota menghalaunya.

Pewarta : Denny
Editor: Linda Fang

Share :

Baca Juga

Jabodetabek

636 Lubang Jalan Ditambal, Jakarta Barat Dikejar Waktu

Nasional

Ada 2438 Jiwa Umat Hindu Kabupaten Buol Hadiri Dharma Santhi Nyepi 1947/2025 Masehi

Jabodetabek

Arena Tinju di Kolong Flyover Pasar Rebo Diresmikan, Pemprov DKI Klaim Tawuran Menurun

Nasional

Terkait Kerja Jurnalistik, Wartawan Tidak Dapat Dijerat Dengan Menggunakan KUHP

Nasional

Anak Buah Soeharto, Letnan Komarudin Sosok Pemberani Dan Kebal Peluru

Jabodetabek

Kolaborasi dan Inovasi Jadi Kata Kunci, PP PAUD Didorong Adaptif Hadapi Tantangan Zaman

Nasional

PWI Pusat dan Panitia HPN Konsolidasi, Siap Gelar HPN 2026 Banten

Jabodetabek

Bank Mandiri Buka Rekrutmen Besar-Besaran, Tawarkan Posisi Strategis dan Status Pegawai Tetap
error: Konten ini dilindungi hak cipta!