Tinombala.com, Jakarta — Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Sabtu malam, 7 Maret 2026, kembali menelanjangi kerentanan kawasan pusat kota terhadap banjir. Di Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, air menggenang di sejumlah titik sejak dini hari. Tiga wilayah paling terdampak berada di Kelurahan Bendungan Hilir, Karet Tengsin, dan Petamburan kawasan padat yang selama ini kerap menjadi langganan genangan setiap kali hujan berintensitas tinggi mengguyur ibu kota.
Di Bendungan Hilir, genangan paling mencolok terjadi di RW 01. Air yang datang dari luapan Kali Krukut merembes ke pemukiman warga setelah hujan turun hampir sepanjang malam. Sejumlah warga memilih meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke Masjid Al Falah Benhil. Sekitar 40 orang, termasuk anak-anak dan lansia, menghabiskan malam di ruang ibadah itu, menunggu air surut sambil bertahan dengan bantuan logistik seadanya.
Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin, turun langsung meninjau lokasi genangan pada Minggu pagi, 8 Maret 2026. Ia menyusuri kawasan Benhil yang masih dikepung air, memastikan kondisi warga serta upaya penanganan yang dilakukan di lapangan. Menurut Arifin, luapan Kali Krukut menjadi faktor utama yang memperparah genangan di kawasan tersebut setelah curah hujan tinggi mengguyur sejak malam sebelumnya.
Di tengah suasana Ramadan, pemerintah kota berupaya memastikan kebutuhan dasar para pengungsi tetap terpenuhi. Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat menyalurkan bantuan natura serta makanan siap saji bagi warga yang mengungsi di masjid. Anak-anak dan keluarga yang terdampak banjir juga mendapat perhatian khusus agar tetap bisa menjalani hari-hari Ramadan meski berada di tempat pengungsian.
Sementara itu, upaya penanganan genangan dikebut oleh Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Pusat. Di Jalan Benhil Raya, tepatnya di depan Rumah Sakit Mintohardjo, petugas mengoperasikan pompa apung untuk menyedot air yang menggenangi jalan. Tujuh personel diterjunkan untuk mempercepat proses pengeringan kawasan yang sempat mengganggu aktivitas lalu lintas di sekitar lokasi.
Genangan juga dilaporkan terjadi di Jalan Petamburan I. Air mengumpul akibat tingginya muka air Kanal Banjir Barat yang berdekatan dengan kawasan tersebut. Kondisi jalan yang cekung, ditambah curah hujan yang tinggi, membuat air sulit surut dengan cepat. Petugas kembali mengandalkan pompa apung untuk menurunkan volume air di jalan.
Bagi sebagian warga Tanah Abang, peristiwa ini bukan cerita baru. Setiap musim hujan datang dengan intensitas tinggi, kawasan padat di jantung ibu kota itu seolah kembali diuji oleh persoalan klasik: drainase yang kewalahan, sungai yang meluap, dan genangan yang datang lebih cepat daripada kemampuan kota menghalaunya.
Pewarta : Denny
Editor: Linda Fang





















