Tinombala.com, Tolitoli Sulteng —
Sejak beberapa pekan terakhir, warga Desa Janja, Kabupaten Tolitoli, hanya bisa menatap aliran sungai yang berubah warna keruh kecokelatan, membawa lumpur dari hulu yang tak lagi bersahabat. Sungai yang dulu menjadi nadi kehidupan, kini memantik keresahan buat warga.
“Dulu jernih, sekarang tidak bisa lagi dipakai,” ujar seorang warga kepada Kepada Media ini Senin, 16/03/2026.
Perubahan itu, menurut warga setempat, bukan datang tiba-tiba. Mereka menunjuk satu arah, wilayah Genongol, melintasi kawasan Salusu Pande. Di sanalah aktivitas tambang emas tanpa izin, yang oleh warga disebut semakin terang-terangan diduga berlangsung.
Jejaknya terlihat jelas
Sedikitnya tiga unit ekskavator disebut beroperasi di sekitar aliran sungai. Alat berat itu bukan hanya mengeruk tanah, tetapi juga membelah jalur yang mempercepat limpasan lumpur ke badan sungai. Setiap hujan turun, air berubah semakin pekat.
“Alat berat itu lewat Salusu Pande, itu yang bikin tambah parah,” kata warga lainnya.
Salusu Pande, yang sebelumnya dikenal sebagai kawasan penyangga alami, kini diduga menjadi lintasan alat berat. Vegetasi yang rusak mempercepat erosi. Tanah yang terbuka mengalir tanpa hambatan ke sungai, membawa sedimen dalam jumlah besar.
Dampaknya langsung terasa
Air sungai yang selama ini digunakan untuk mandi, mencuci, hingga kebutuhan rumah tangga, tak lagi layak pakai. Warga terpaksa mencari sumber air alternatif, sebagian harus menempuh jarak lebih jauh. Di tengah bulan Ramadan, kondisi ini menambah beban yang tak ringan bagi warga setempat.
Ironisnya, aktivitas tambang ilegal itu disebut berlangsung tanpa hambatan
Tidak ada garis polisi. Tidak ada tanda penghentian. Yang terlihat justru ekskavator yang tetap bekerja, seolah tak tersentuh.
Situasi ini memunculkan pertanyaan lama yang kembali relevan, di mana aparat penegak hukum? Di mana peran pemerintah daerah?
Warga Desa Janja kini tidak lagi sekadar mengeluh. Mereka mendesak Gakkum Wilayah Sulawesi turun menyita alat berat yang sedang beraktivitas di lokasi PETI itu
Penindakan harus segera dilakukan. Aktivitas tambang ilegal harus dihentikan. Pemulihan lingkungan perlu dimulai sebelum kerusakan menjadi permanen.
Apalagi, waktu terus berjalan menuju Idul Fitri
Kebutuhan air bersih akan meningkat. Namun jika kondisi ini dibiarkan, bukan hanya sungai yang keruh, kepercayaan publik pun bisa ikut mengendap di dasar yang sama.
Pewarta : TIM
Editor: Linda Fang



















