Breaking News

Home / Daerah / Sulteng / Tolitoli

Senin, 16 Maret 2026 - 20:46 WIB

Air Keruh Jejak Tambang Ilegal di Balik Sungai Desa Janja

Foto Istimewa Akibat Aktivitas PETI Air itu tak lagi bening

Foto Istimewa Akibat Aktivitas PETI Air itu tak lagi bening

Tinombala.com, Tolitoli Sulteng —
Sejak beberapa pekan terakhir, warga Desa Janja, Kabupaten Tolitoli, hanya bisa menatap aliran sungai yang berubah warna keruh kecokelatan, membawa lumpur dari hulu yang tak lagi bersahabat. Sungai yang dulu menjadi nadi kehidupan, kini memantik keresahan buat warga.

“Dulu jernih, sekarang tidak bisa lagi dipakai,” ujar seorang warga kepada Kepada Media ini Senin, 16/03/2026.

Perubahan itu, menurut warga setempat, bukan datang tiba-tiba. Mereka menunjuk satu arah, wilayah Genongol, melintasi kawasan Salusu Pande. Di sanalah aktivitas tambang emas tanpa izin, yang oleh warga disebut semakin terang-terangan diduga berlangsung.

Jejaknya terlihat jelas

Sedikitnya tiga unit ekskavator disebut beroperasi di sekitar aliran sungai. Alat berat itu bukan hanya mengeruk tanah, tetapi juga membelah jalur yang mempercepat limpasan lumpur ke badan sungai. Setiap hujan turun, air berubah semakin pekat.

“Alat berat itu lewat Salusu Pande, itu yang bikin tambah parah,” kata warga lainnya.

Salusu Pande, yang sebelumnya dikenal sebagai kawasan penyangga alami, kini diduga menjadi lintasan alat berat. Vegetasi yang rusak mempercepat erosi. Tanah yang terbuka mengalir tanpa hambatan ke sungai, membawa sedimen dalam jumlah besar.

Dampaknya langsung terasa

Air sungai yang selama ini digunakan untuk mandi, mencuci, hingga kebutuhan rumah tangga, tak lagi layak pakai. Warga terpaksa mencari sumber air alternatif, sebagian harus menempuh jarak lebih jauh. Di tengah bulan Ramadan, kondisi ini menambah beban yang tak ringan bagi warga setempat.

Ironisnya, aktivitas tambang ilegal itu disebut berlangsung tanpa hambatan

Tidak ada garis polisi. Tidak ada tanda penghentian. Yang terlihat justru ekskavator yang tetap bekerja, seolah tak tersentuh.

Situasi ini memunculkan pertanyaan lama yang kembali relevan, di mana aparat penegak hukum? Di mana peran pemerintah daerah?

Baca Juga:  Tekuk Morowali Utara dan Toli-Toli, Tim Fahmil Qur'an Buol Melaju ke Final MTQ Sulteng

Warga Desa Janja kini tidak lagi sekadar mengeluh. Mereka mendesak Gakkum Wilayah Sulawesi turun menyita alat berat yang sedang beraktivitas di lokasi PETI itu

Penindakan harus segera dilakukan. Aktivitas tambang ilegal harus dihentikan. Pemulihan lingkungan perlu dimulai sebelum kerusakan menjadi permanen.

Apalagi, waktu terus berjalan menuju Idul Fitri

Kebutuhan air bersih akan meningkat. Namun jika kondisi ini dibiarkan, bukan hanya sungai yang keruh, kepercayaan publik pun bisa ikut mengendap di dasar yang sama.

Pewarta : TIM

Editor: Linda Fang 

Share :

Baca Juga

Buol

Perkuat Struktur Pengurus DPC – DPRT, Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Buol Gelar Rapat Konsolidasi

Morowali

Sukhoi TNI AU Beraksi, Pasukan Terjun Payung Amankan Langit Indonesia

Touna

Gubernur Anwar Nyanyi, Tojo Una-Una Meriah

Buol

Buol Keras, Sapi Dan Kambing Liar Akan Di Musnahkan

Daerah

Kadis Dikbud Buol Pimpin Apel Perdana

Tolitoli

Pelaku Dugaan Penggelapan Dua Unit Alat Berat Excavator Terancam Di Polisikan

Buol

Diduga Desa Lonu Dijajah, PT HIP dan Pemerintah Tidak Peduli

Palu

Anwar Hafid Ingin Bank Sulteng Jadi Ikon Sulawesi Tengah