Breaking News

Home / Buol / Sulteng

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:59 WIB

Tidak Ada Tempat bagi Intoleransi

Foto Istimewa Diskominfo

Foto Istimewa Diskominfo

Bupati Buol Buka Selebrasi Paskah dan Bible Camp Pemuda GPIBT 2026

TINOMBALA.COM, Buol Sulawesi Tengah — Pemerintah Kabupaten Buol menegaskan komitmennya dalam membina generasi muda melalui kegiatan keagamaan. Hal itu disampaikan Bupati Buol Risharyudi Triwibowo saat membuka Selebrasi Paskah dan Bible Camp Pemuda/Remaja Sinode GPIBT 2026 di Jemaat Nekmese Duamayo, Desa Duamayo, Kecamatan Bokat, Jumat, 1/04/2026.

Mengusung tema “From Calvary to The New Life”, kegiatan ini diikuti sekitar 400 pemuda dan remaja dari wilayah pelayanan di Kabupaten Buol dan Kabupaten Tolitoli. Acara berlangsung selama dua hari hingga 2/04/2026.

Dalam sambutannya, Risharyudi menekankan pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama di tengah keberagaman masyarakat. Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak memberi ruang bagi sikap intoleran.

“Tidak ada ruang bagi intoleransi di Kabupaten Buol. Semua umat beragama harus hidup berdampingan dengan damai dan saling menghormati,” ujarnya.

Kegiatan diawali dengan penyambutan bupati dan rombongan melalui tarian adat Tari Gong serta pengalungan kain tenun. Setelah itu, peserta mengikuti parade dan ibadah pembukaan.

Ketua Panitia, Arta Umar, mengatakan kegiatan ini bertujuan mempererat persekutuan sekaligus membentuk karakter generasi muda berbasis nilai iman. “Kami berharap kegiatan ini menjadi sarana pembaharuan hidup, memperkuat iman, dan membangun kepedulian sosial,” kata Arta.

Baca Juga:  Bupati Buol Lantik Pejabat dan Buka Konsultasi Publik RKPD 2027

Senada, Ketua Pelayanan Kategorial Pemuda Remaja Sinode GPIBT, Florendo Pandengsolang, menilai kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi spiritual di tengah tantangan zaman. Ia mengajak peserta memanfaatkan momentum ini untuk memperdalam iman dan memperkuat kebersamaan.

Sementara itu, Ketua Sinode GPIBT, Pdt. Ch. A. J. Kaparang-Sambouw, menyoroti peran strategis generasi muda di era digital. Ia menekankan pentingnya nilai iman sebagai fondasi menghadapi perubahan.

“Generasi muda harus menjadi agen perubahan yang membawa damai, kasih, dan pengharapan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mendorong pemerintah daerah untuk mendukung potensi ekonomi kreatif jemaat, termasuk kerajinan tenun, sebagai bagian dari peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Buol menyerahkan bantuan sebesar Rp20 juta sebagai dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.

Pembukaan acara berlangsung tertib dan penuh sukacita, ditutup dengan sesi foto bersama. Selama kegiatan berlangsung, peserta dijadwalkan mengikuti berbagai agenda rohani dan pembinaan karakter.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap lahir generasi muda yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah yang harmonis dan berkelanjutan.

Pewarata : Reiyna 

Editor : Minhar

Share :

Baca Juga

Morowali

Polres Morowali Tangkap Pelaku Penikaman Maut di Desa Bente: Tersangka AM (26) Ditahan Setelah Korban MB (40) Meninggal Dunia

Touna

Berikan Pelayanan Prima Kepolisian, Satlantas Polres Touna Selalu Hadir Ditengah-tengah Masyarakat

Palu

Tri Tito Karnavian Lantik Sri Nirwanti Basoan Ketua TP PKK dan Tim Pembina Posyandu Provinsi Periode 2025-2030

Buol

Berpacu dengan Waktu, Sekolah Rakyat Rintisan di Buol Didorong Segera Beroperasi

Touna

Berikan Rasa Aman dan Nyaman, Samapta Polres Touna Patroli di Gereja

Buol

Polisi Diminta Segera Tangkap Pelaku Pemukulan Anak SD di Buol

Sulteng

IMIP Lakukan Perbaikan Jalan Nasional Bahodopi-Batas Sultra Yang Rusak

Poso

Misteri Terbentuknya Danau Poso Dari Dalam Perut Bumi