TINOMBALA.COM, Palu Sulteng – H. Anwar Hafid, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap keberadaan Front Pemuda Kaili (FPK) yang dinilai memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam melestarikan budaya Kaili sekaligus menjaga stabilitas sosial di Sulawesi Tengah.
Hal tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri kegiatan Libu Mbaso Pemuda Kaili yang mengusung semangat kebersamaan dan pelestarian nilai-nilai budaya lokal. Menurut Anwar Hafid, kehadiran FPK menjadi momentum penting di tengah tantangan yang dihadapi Sulawesi Tengah sebagai daerah yang berada di kawasan rawan bencana alam.
“Di bawah tanah yang kita pijak ini, ada Sesar Palu Koro, salah satu sesar paling aktif dan ganas di dunia. Namun, alam yang berada di perlintasan khatulistiwa ini secara tidak langsung telah membentuk mental manusia Sulawesi Tengah menjadi pribadi yang tangguh, kuat, dan tahan banting,” ujar Anwar Hafid.
Anwar Hafid menegaskan bahwa ketangguhan masyarakat Sulawesi Tengah harus terus dipadukan dengan pelestarian nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur. Karena itu, ia berpesan agar FPK senantiasa menjaga dan mengamalkan falsafah hidup masyarakat Kaili sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
Nilai-nilai tersebut antara lain Nosarara Nosa Batutu yang mencerminkan persaudaraan yang kuat dan abadi, Nosangu Norambanga yang mengandung semangat kebersamaan serta gotong royong, serta Mosipatuju dan Mosimpatago yang mengajarkan pentingnya saling menghargai dan saling menyayangi antar sesama.
“Nilai-nilai budaya ini adalah kekuatan yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Jangan sampai kita kehilangan identitas di tengah perkembangan zaman,” pesannya.
Di hadapan para pemuda Kaili.
Anwar Hafid juga menekankan tiga syarat utama yang harus dimiliki generasi muda dan daerah untuk mencapai kemajuan di masa depan, yakni Unto (kecerdasan), Dota (kemauan atau niat), dan Rara (keberanian atau hati).
Menurutnya, ketiga prinsip tersebut merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan mampu menghadapi berbagai tantangan.
“Inilah esensi dasar dari sifat kecerdasan dan karakter yang tangguh. Inilah mengapa saya memilih prinsip: Berani, Cerdas, Nambaso (Besar),” pungkas Gubernur Anwar Hafid yang disambut antusias para peserta kegiatan.
Kehadiran FPK diharapkan semakin memperkuat peran generasi muda dalam menjaga warisan budaya Kaili, mempererat persatuan masyarakat, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Sulawesi Tengah yang maju, tangguh, dan berdaya saing. Sementara meurut Ketua Umum PB FPK Sulteng, Moh. Erwin Lamporo, menegaskan pentingnya memberikan ruang yang lebih besar kepada putra-putri daerah untuk mengembangkan potensi dan memperoleh kesempatan kerja yang setara.
Menurut Erwin, pemuda lokal harus menjadi bagian utama dalam proses pembangunan daerah, termasuk dalam rekrutmen institusi negara. Ia bahkan mengusulkan agar proses seleksi tahap akhir calon prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dapat dilaksanakan langsung di Sulawesi Tengah.
“Beri kesempatan kepada anak-anak Kaili. Kalau bisa, proses seleksi tahap terakhir untuk masuk TNI diselenggarakan langsung di Sulawesi Tengah saja, tidak perlu lagi dikirim ke tempat lain,” ujar Erwin yang disambut tepuk tangan peserta.
Libu mbaso yang diadakan Di Di GBK di hadiri Juga oleh Rusdy Mastura,Irwan Lapatta,Pangdam ,Kapolda serta Masyarakat luas dengan tema “Mosangu Mompakambaso Ngata” sekaligus Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus FPK SE Sulawesi Tengah. (Hatta)



















