TINOMBALA.COM, Tolitoli Sulteng — Aroma persaingan menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di Desa Dadakitan, Desa Buntuna, dan Desa Lelean Nono mulai terasa. Di tengah meningkatnya aktivitas para calon dan pendukung, Kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam konflik yang dapat merusak persaudaraan.
Kapolsek Baolan, Iptu Samir Muhammad, mengeluarkan lima poin imbauan yang dinilai krusial menjelang hari pemungutan suara. Imbauan tersebut bukan tanpa alasan. Pengalaman di berbagai daerah menunjukkan bahwa pesta demokrasi tingkat desa kerap diwarnai gesekan antarpendukung, penyebaran informasi menyesatkan, hingga perselisihan pascapemungutan suara.
Menurut Samir, masyarakat harus menyadari bahwa Pilkades hanyalah proses memilih pemimpin desa untuk periode tertentu, sementara hubungan kekeluargaan dan persaudaraan akan terus berlangsung jauh setelah pesta demokrasi berakhir.
Karena itu, warga diminta tetap tenang, menjaga suasana damai, dan tidak mudah terprovokasi meski memiliki pilihan yang berbeda. Ia juga mengingatkan agar tidak ada praktik yang mencederai demokrasi, termasuk upaya mempengaruhi pemilih dengan cara yang melanggar aturan.
Perhatian khusus diberikan terhadap penggunaan media sosial. Dalam beberapa tahun terakhir, ruang digital sering menjadi medan pertarungan opini yang berujung pada perpecahan di tengah masyarakat. Kapolsek meminta warga tidak menyebarkan berita bohong, ujaran kebencian, maupun konten provokatif yang dapat memperkeruh suasana menjelang Pilkades.
Selain masyarakat, pesan tegas juga ditujukan kepada aparatur desa, panitia pemilihan, serta unsur TNI dan Polri agar tetap menjaga netralitas dan tidak terlibat dalam politik praktis.
Kapolsek menegaskan, apabila ditemukan dugaan pelanggaran atau terjadi perselisihan selama tahapan Pilkades, masyarakat diminta menempuh jalur hukum dan mekanisme penyelesaian yang telah tersedia, bukan mengambil tindakan sendiri yang berpotensi menimbulkan konflik baru.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa aparat keamanan tidak ingin pesta demokrasi di tiga desa itu berubah menjadi ajang pertikaian yang merugikan masyarakat.
Kini, menjelang hari pencoblosan, perhatian tertuju pada bagaimana warga Dadakitan, Buntuna, dan Lelean Nono menjaga kedewasaan berdemokrasi. Sebab, siapa pun yang nantinya terpilih, persatuan masyarakat tetap menjadi kemenangan yang paling utama. (Aco)
Editor : Linda Fang



















