Breaking News

Home / Daerah / Sulteng

Jumat, 3 April 2026 - 16:25 WIB

Jalan Rusak Berulang, Anggaran Mengalir, Apa yang Sebenarnya Dikerjakan BPJN Sulteng?

Ruas Jalan Nasional BPJN Sulteng PPK.1.1 Umu-Paleleh-perbatasan Buol Gorontalo berlubang dan rusak parah

Ruas Jalan Nasional BPJN Sulteng PPK.1.1 Umu-Paleleh-perbatasan Buol Gorontalo berlubang dan rusak parah

Tinombala.com, Buol Sulawesi Tengah — Kerusakan ruas jalan nasional di perbatasan Sulawesi Tengah–Gorontalo
di Kecamatan Paleleh, Kabupaten Buol, dalam wilayah kerja PPK.1.1 (Satker PJN Wilayah I Sulawesi Tengah) bukan cerita baru. Tapi kali ini, skalanya sulit lagi ditoleransi. Ruas jalan itu yang seharusnya menjadi penghubung vital antarwilayah justru berubah menjadi lintasan berisiko.

Pantauan media ini Jum’at 03/04/2026 Di titik STA 737 hingga STA 732, lubang menganga berderet. Aspal terkelupas, badan jalan bergelombang, dan genangan air mempercepat kerusakan. Ini bukan sekadar keausan biasa, ini tanda kegagalan penanganan berulang jalan rusak parah.

Yang menjadi soal, setiap tahun Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Tengah menggelontorkan anggaran puluhan milyar preservasi untuk Ruas yang mencakup area Umu – Paleleh – Lokodoka – Buol yang ditangani oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN). Nilainya tidak kecil. Programnya jelas, pemeliharaan rutin, berkala, hingga penanganan darurat.

Namun hasilnya nyaris tak terlihat.
Publik mulai bertanya lebih jauh, apakah pekerjaan benar-benar dilaksanakan sesuai spesifikasi, atau hanya sebatas formalitas proyek?

Sumber terpercaya pengguna jalan mengaku kerusakan di titik-titik tersebut bukan hal baru. “Setiap tahun diperbaiki, tapi pola rusaknya sama. Tambal, lalu hancur lagi,” ujar seorang sopir logistik lintas provinsi. Pernyataan ini mengindikasikan satu hal, ada pola kegagalan sistematis, bukan insiden teknis semata.

Dalam praktik preservasi jalan, tambal sulam hanya bersifat sementara. Jika kerusakan sudah menyentuh lapisan struktur bawah, seharusnya dilakukan rekonstruksi menyeluruh. Tanpa itu, perbaikan hanya menjadi siklus proyek tahunan, anggaran turun, pekerjaan dilakukan, lalu rusak kembali.

Situasi ini membuka ruang dugaan yang lebih serius, lemahnya pengawasan, kualitas pekerjaan di bawah standar, hingga potensi pemborosan anggaran negara.

Baca Juga:  Tahanan Kasus Curanmor Kabur dari RSUD, Ditangkap Kembali Di Hutan Lindung Desa Pinjan

Ironisnya, hingga kini penjelasan dari PPK.1.1 Sulteng nyaris tak terdengar. Tidak ada transparansi detail mengenai jenis pekerjaan yang dilakukan, nilai kontrak, hingga siapa pelaksana di lapangan.

Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Tengah, Bambang S. Razak menjawab. Terimakasih informasinya PPK segera laksanakan perbaikan pak,” Ungkap Kabalai BPJN Sulteng lewat Via Wahtsap pribadinya Jum’at,03/04/2026

Padahal, sebagai institusi teknis di bawah Kementerian PUPR, BPJN memiliki tanggung jawab langsung terhadap kualitas jalan nasional. Kegagalan menjaga kondisi jalan bukan sekadar persoalan teknis, ia menyangkut akuntabilitas penggunaan uang negara.

Dampaknya sudah nyata. Aktivitas distribusi terganggu, biaya logistik meningkat, dan risiko kecelakaan membayangi setiap pengguna jalan. Dalam konteks yang lebih luas, kerusakan ini menghambat denyut ekonomi kawasan perbatasan.

Jika pola ini terus berulang, publik berhak curiga, apakah preservasi benar bertujuan menjaga jalan, atau sekadar menjaga aliran proyek?

Pertanyaan itu kini menggantung tanpa jawaban.

Dan selama lubang-lubang itu tetap menganga, publik dipaksa percaya pada satu hal, yang tampak dirawat setiap tahun bukan jalannya, melainkan anggarannya.

Pewarta : Reiyna
Editor : Minhar

Share :

Baca Juga

Palu

Gubernur Anwar Hafid: FPK Garda Terdepan Pelestarian Budaya Kaili dan Penguat Ketangguhan Sulawesi Tengah

Buol

Jelang Pelantikan Bupati Dan Wabup Terpilih, Polres Buol Pastikan Keamanan Kantor Penyelenggara Pilkada

Sulteng

Tiga Pejabat Teras Pemerintah Daerah Parigi Moutong Di Periksa Kejati Sulteng

Buol

Risharyudi Tribowo melakukan inspeksi mendadak di Kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Buol

Touna

Gelar Binrohtal di Masjid Al-Ikhlas Desa Cempa, Ini Harapan Kapolsek Ulubongka

Buol

Buol Bersiap Jadi Tuan Rumah POPDA 2026, Sejauh Mana Kesiapannya?

Buol

Damkar Buol Tebang Pohon Rawan di Depan MTS Negeri I

Buol

Kanal Tidak Berpungsi Debit Air Meluap Ke-Halaman Rumah Warga
error: Konten ini dilindungi hak cipta!