Breaking News

Home / Palu

Senin, 25 Agustus 2025 - 16:04 WIB

300 Mahasiswa Universitas Tadulako – Universitas Abdul Aziz Lamadjido Bersama  Aliansi Pemuda Palu Geruduk Rumah Rakyat

Palu, Tinombala.Com// Demo mahasiswa dan masyarakat di depan kantor DPRD Sulawesi Tengah pada Senin, 25 Agustus 2025, menunjukkan tuntutan mereka terkait putusan Mahkamah Konstitusi.

Dalam aksi ini, sekitar 300 mahasiswa dari Universitas Tadulako dan Universitas Abdul Aziz Lamadjido, serta masyarakat dari Aliansi Pemuda Palu Selatan, berkumpul untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Ozi selalu koolap aksi meminta pihak anggota DPRD Sulteng untuk menemui mereka guna melakukan evaluasi terkait tuntutan yang disampaikan

“Kepada kepolisian untuk tidak menghalangi kami bertemu dengan anggota DRPD Sulteng,” kata Ozi dalam orasinya.

Dilansir dari Tribun palu Mereka menyampaikan isu sentral “Evaluasi Kebijakan Kontroversial Pemerintah”.

Aksi ini dilaksanakan buntut beberapa kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan masyarakat.

Massa aksi tiba dengan membawa spanduk, poster yang berisi tuntutan serta menggunakan mobil sound.

Selain itu sentral, Aliansi Rakyat Kota Palu Menggugat juga menyampaikan isu turunan, diantaranya batalkan kebijalan PBB-P2 dan evaluasi pajak umkm 10 persen Kota Palu.

Mereka juga menyampaikan 10 isu turunan yaitu :

1. Tolak RKUHAP.
2. Bubarkan DPR.
3. Evaluasi seluruh tambang di Sulteng.
4. Evaluasi alih fungsi lahan ke pertambangan.
5. Segera sahkan RUU perampasan aset.
6. Menolak penulisan ulang sejarah. indonesia
7. Menagih 19 Juta janji lapangan pekerjaan.
8. Jaminan sosial untuk perempuan dan anak.
9.naikkan gaji guruh.
10. Evaluasi program MBG.

Latar Belakang Kenaikan

Kenaikan PBB ini disebabkan oleh pemutakhiran Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang baru dilakukan pertama kali sejak tahun 2014.

Kenaikan NJOP rata-rata berada di angka 10-30 persen, namun ada kasus ekstrem di satu kawasan, yaitu Kelurahan Layana, yang NJOP-nya naik hingga 1.000 persen karena adanya perubahan fungsi lahan dari hutan menjadi kawasan perumahan.

Baca Juga:  " PETI di Sulawesi Tengah: Diduga Sepertinya, Ada Oknum Gakkum Kehutanan Provinsi Sulteng Biarkan Aktivitas Ilegal "

Kebijakan Penundaan

Setelah mendapat protes dari masyarakat, Wali Kota Palu segera mengambil langkah cepat dengan menginstruksikan penundaan pembayaran PBB tahun 2025.

Pemerintah kota saat ini sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan tersebut.

Wali Kota Palu juga telah menjamin bahwa tarif PBB yang akan diberlakukan tidak akan memberatkan masyarakat dan akan kembali ke tarif lama hingga evaluasi selesai.

Bagi wajib pajak yang sudah terlanjur membayar PBB dengan tarif baru, pemerintah kota berjanji akan memberikan kompensasi atau penyesuaian pada tahun berikutnya, yaitu 2026. (*)

Share :

Baca Juga

Palu

Anwar Hafid Ingin Bank Sulteng Jadi Ikon Sulawesi Tengah

Palu

Wawali Palu Dukung Pembiayaan UMKM Tanpa Agunan, BPRS Khairan Inti Amanah Siap Lawan Rentenir

Palu

Tersangka Korupsi Jalan di Parigi Moutong Ditahan, Kerugian Negara Rp3,8 Miliar

Palu

Menolak Audiens Kejati, Massa Kepung Pengadilan Tipikor Palu

Palu

Nelayan Buol Penyelamat 15 WNA Filipina, Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng Janjikan Bantuan Alat Tangkap

Palu

Diduga Progres Pengerjaan Belum Mencapai 100 Persen, Peresmian Jembatan 4 PaluTertunda

Palu

Statemen Bupati Buol VS KPK

Palu

DPD Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 Sulteng: Desak KPK Untuk Segera Menetapkan Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo, Sebagai Tersangka
error: Konten ini dilindungi hak cipta!