Breaking News

Home / Bukittinggi Sumatera

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:34 WIB

TMMD Membuka Jalan, Palupuh Menanti Perubahan

Foto Ist- Novita Sari Tinombala.com

Foto Ist- Novita Sari Tinombala.com

TINOMBALA.COM, Bukittinggi — Jalan sepanjang 1,9 kilometer itu belum sepenuhnya terbuka. Alat berat baru akan bekerja penuh setelah Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 resmi dimulai. Namun, bagi warga Nagari Nan Tujuah, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, jalan itu dipandang lebih dari sekadar hamparan tanah. Ia menjadi harapan baru untuk memutus keterisolasian kawasan pertanian yang selama ini sulit dijangkau.

Harapan itu mengemuka saat TMMD Ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dibuka dalam upacara di Lapangan Wira Braja, Makodim 0304/Agam, Bukittinggi, Rabu, 15 Juli 2026. Pembukaan dipimpin Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, disaksikan jajaran TNI, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Forkopimda, hingga tokoh masyarakat.

Program yang akan berlangsung hingga 13 Agustus 2026 tersebut menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai sasaran utama. Fokusnya adalah membuka akses jalan sepanjang 1.900 meter dengan lebar empat meter di Nagari Nan Tujuah. Jalan itu dirancang menghubungkan kawasan pertanian dengan pusat aktivitas ekonomi sehingga distribusi hasil panen dan mobilitas warga menjadi lebih efisien.

Dalam amanatnya, Wakil Bupati Agam menyebut TMMD bukan sekadar proyek pembangunan fisik. Program ini merupakan bentuk kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses.

“Pembangunan jalan ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus membuka peluang berkembangnya kawasan pertanian dan sentra ekonomi baru,” ujar Muhammad Iqbal.

Pelaksanaan TMMD sebelumnya telah diawali dengan kegiatan pra-TMMD selama 30 hari. Selama satu bulan ke depan, personel TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat akan bergotong royong menyelesaikan pekerjaan fisik maupun kegiatan nonfisik sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat.

Bagi Kabupaten Agam, TMMD menjadi instrumen untuk mempercepat pembangunan di wilayah yang selama ini belum tersentuh secara optimal. Di atas kertas, jalan sepanjang 1,9 kilometer mungkin terlihat sederhana. Namun bagi warga Nagari Nan Tujuah, akses itu dapat menjadi jalur baru bagi hasil pertanian, aktivitas ekonomi, serta pelayanan pendidikan dan kesehatan yang lebih mudah dijangkau.

Baca Juga:  Sanksi Adat Di Minangkabau: Menjaga Keadilan dan Keseimbangan Sosial

Jika seluruh target tercapai tepat waktu, TMMD Ke-129 tidak hanya meninggalkan jalan baru, tetapi juga memperkuat tradisi gotong royong yang selama puluhan tahun menjadi fondasi utama pembangunan di pedesaan. (Sari)

Editor : Linda Fang 

Share :

Baca Juga

Bukittinggi Sumatera

SD Ini Borong Juara FLS3N dan O2SN, Siap Wakili Bukittinggi ke Tingkat Provinsi

Bukittinggi Sumatera

Rudi Syarif Putra Wakili Sekwan DPRD Bukittinggi di Rakor Produk Hukum Mitigasi Bencana

Bukittinggi Sumatera

Di Saat Harga Tanah Terus Naik, Warga Bukittinggi Justru Menghibahkannya untuk Sebuah Mushalla

Bukittinggi Sumatera

Berbagi di Tengah Hujan, Polresta Bukittinggi Salurkan Takjil untuk Pengendara

Bukittinggi Sumatera

Residivis Ditangkap, Polisi Sita 62 Paket Sabu dari Tiga Lokasi di Bukittinggi dan Agam

Bukittinggi Sumatera

SMSI dan Awak Media Bukittinggi Berbagi Takjil di Sore Ramadan

Bukittinggi Sumatera

Sengketa Lahan Berujung Laporan Pidana, Polisi Usut Dugaan Pencurian Sawit dan Perusakan Plang

Bukittinggi Sumatera

APBD 2027 Bukittinggi Masih Bergantung Transfer Pusat , Belanja Tembus Rp 915 Milyar
error: Konten ini dilindungi hak cipta!