Breaking News

Home / Morowali / Sulsel

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:19 WIB

Debu Batu Bara Kepung Permukiman Fatufia, DPRD Morowali Desak Perusahaan dan Pemda Bertindak

Foto Istimewa

Foto Istimewa

TINOMBALA.COM, Morowali — Debu batu bara yang dilaporkan beterbangan hingga masuk ke rumah-rumah warga di Desa Fatufia mulai memantik perhatian DPRD Kabupaten Morowali. Di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan industri, persoalan kualitas udara kini menjadi kekhawatiran baru bagi masyarakat yang tinggal berdekatan dengan jalur aktivitas pengangkutan dan pengelolaan batu bara.

Ketua Komisi I DPRD Morowali, Yopi Sabara, menilai keluhan warga tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa. Menurut dia, investasi memang menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi tidak boleh mengorbankan hak masyarakat atas lingkungan yang sehat.

“Investasi memang penting untuk kemajuan daerah, tetapi kesehatan dan keselamatan warga adalah hal yang paling penting. Keluhan warga Desa Fatufia mengenai debu batu bara yang masuk hingga ke dalam rumah ini harus segera ditangani. Ini ancaman serius bagi kesehatan pernapasan, terutama bagi anak-anak dan lansia,” kata Yopi.

Ia mendesak perusahaan yang bertanggung jawab atas aktivitas pengelolaan maupun distribusi batu bara segera mengevaluasi standar operasional pengendalian debu. Langkah mitigasi lingkungan, menurutnya, harus diterapkan secara maksimal agar pencemaran tidak terus berdampak pada permukiman warga.

Tak hanya kepada perusahaan, Yopi juga meminta Pemerintah Kabupaten Morowali melalui instansi teknis segera melakukan inspeksi lapangan. Pemerintah dinilai perlu memastikan seluruh ketentuan perlindungan lingkungan dipatuhi dan tidak sekadar menjadi aturan di atas kertas.

“Jangan menunggu sampai angka kasus infeksi saluran pernapasan meningkat baru kemudian mencari solusi. Pemerintah harus jemput bola, melakukan pengawasan, dan memastikan perusahaan menjalankan kewajiban mitigasi lingkungan secara ketat,” ujarnya.

Komisi I DPRD Morowali, kata Yopi, akan mengawal persoalan tersebut hingga ada langkah nyata dari pihak terkait. Ia menegaskan lembaganya tidak akan menutup mata terhadap keluhan masyarakat yang terdampak aktivitas industri.

Baca Juga:  Kapolres Morowali Himbau Masyarakat Waspada Terhadap Modus Penipuan Menggunakan Nama Pejabat Kepolisian

“Morowali adalah rumah kita bersama. Perusahaan dipersilakan berinvestasi dan memperoleh keuntungan, tetapi hak masyarakat untuk menghirup udara bersih dan hidup sehat tidak boleh diabaikan,” katanya.

Keluhan mengenai debu batu bara di Desa Fatufia kembali mengingatkan bahwa laju industrialisasi di Morowali menghadirkan tantangan baru dalam pengelolaan lingkungan. Di satu sisi, investasi membawa pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja. Namun di sisi lain, pengawasan terhadap dampak lingkungan menjadi syarat penting agar pembangunan tidak dibayar dengan menurunnya kualitas hidup masyarakat. (FL/Red)

Share :

Baca Juga

Morowali

Penangkapan RM Tidak Terkait Dengan Profesi Jurnalis

Morowali

Balap Manol Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Morowali Angkat Martabat Petani Lewat Adu Cepat Motor Gabah

Morowali

“BRI Morowali Apresiasi Nasabah Setia, Hadiah PHS Periode II Diserahkan”

Morowali

Pengelola Otoritas Bandar Udara Maleo Morowali Terus Lakukan Pembenahan

Morowali

Bupati Morowali Iksan Baharuddin Abdul Rauf, Melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Fasilitas Penting Polres Morowali.

Morowali

Polres Morowali Dukung Program Ketahanan Pangan, Lakukan Tatap Muka dengan BPS dan Bhabinkamtibmas

Daerah

Bupati Morowali: Pasar Murah Tak Cukup, Subsidi Angkutan Barang Solusi Kepulauan

Morowali

Kapolres Morowali Beri Penghargaan kepada 20 Personel atas Keberhasilan Membongkar Dua Kasus Besar
error: Konten ini dilindungi hak cipta!