Breaking News

Home / Daerah / Morowali

Kamis, 19 Februari 2026 - 19:00 WIB

Longsor Kembali Menggulung Tambang Nikel di Bahodopi, Sunyi Penjelasan dari PT Indonesia Morowali Industrial Park

Foto Istimewa

Foto Istimewa

Tinombala.com, Morowali – Tanah kembali bergerak di jantung industri nikel Sulawesi. Longsor menerjang area pertambangan di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah wilayah yang menjadi episentrum hilirisasi nikel nasional. Peristiwa itu disebut terjadi di dalam kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan lokasi IMIP 9 material tanah runtuh dari lereng tambang terbuka. Di bawahnya, alat berat, dan pekerja terlihat masih beraktivitas Narasi yang menyertai rekaman menyebutkan puluhan karyawan diduga terdampak. Namun hingga laporan ini ditulis, manajemen PT IMIP belum menyampaikan keterangan resmi mengenai jumlah korban, kronologi, maupun kondisi terakhir para pekerja.

Sejumlah sumber terpercaya di sekitar lokasi Rabu, 18/02/2026 menyebutkan aktivitas sempat dihentikan. Proses evakuasi disebut berlangsung di tengah kondisi medan yang labil.

Dilansir dari Sangalau Head of Media Relations PT IMIP, Dedy Kurniawan melalui keterangan tertulisnya menyampaikan kondisi tanah di area bawah lembek dilokasi menyebabkan longsor di area operasional IMIP 9 milik PT QMB (salah satu tenant di Kawasan IMIP) pada Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 14.00 wita.

Atas kejadian tersebut, beberapa unit alat berat seperti excavator, bull dozer, dump truck terbawah longsor.

“Benar terjadi longsoran pada hari Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 14.00 Wita di area dumpingan limbah IMIP 9. Penyebab sementara diduga karena kondisi tanah pada area bawah yang lembek. Beberapa unit excavator, bulldozer, dump truck ikut terbawa longsoran,” ungkap Head of Media Relations Department PT IMIP Dedy Kurniawan.

Insiden ini bukan yang pertama. Kawasan industri Morowali kerap disorot soal keselamatan kerja mulai dari kecelakaan di smelter hingga risiko di tambang terbuka yang rawan longsor, terutama saat curah hujan tinggi. Pertanyaannya berulang: bagaimana standar mitigasi diterapkan di lapangan, dan sejauh mana pengawasan dilakukan?

Baca Juga:  Pukul 06.00, Wali Kota Palu Sudah di Jalan: Siapa yang Ditegur di Pasar Manonda?

Di tengah ambisi hilirisasi dan geliat investasi, keselamatan pekerja semestinya menjadi prioritas yang tak bisa ditawar. Publik kini menunggu transparansi dari pengelola kawasan: apa yang sebenarnya terjadi di Bahodopi, berapa jumlah korban, dan langkah apa yang akan ditempuh agar tanah tak lagi menelan pekerja di pusat industri nikel itu. (**/TB)

Share :

Baca Juga

Daerah

Ujian ‘Berani Bersih’: Dugaan RPK, Penadah Emas, hingga Distribusi BBM dan Alat Berat

Morowali

Surat Penghentian Terbit, Excavator Tetap Menggali: Siapa yang Diabaikan PT Duta Sarana Batuan?

Buol

Bupati Buol dan Ketua TP-PKK Jenguk Bayi Penderita Stunting, Tegaskan Intervensi Tak Boleh Terlambat

Bukittinggi Sumatera

Evakuasi Kilat di Sungai Landia, Satu Korban Tewas dalam Longsor Agam

Bukittinggi Sumatera

TMMD Ke-129 Bangun Harapan, Rehabilitasi Rumah Pendri Terus Dikebut

Buol

Dari Lapangan Bongo, Semangat Desa Menggema

Morowali

PT IMIP Peduli Disabilitas

Bukittinggi Sumatera

Mahasiswa KKN Administrasi Publik Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi Perkuat Tata Kelola dan UMKM Nagari Sikucur
error: Konten ini dilindungi hak cipta!