TINOMBALA.COM, Buol Sulteng — Operasi penertiban Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan hutan Kecamatan Paleleh Barat, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, menyisakan pertanyaan di tengah masyarakat. National Corruption Watch (NCW) Perwakilan Sulawesi Tengah meminta tim penegakan hukum tidak berhenti pada titik yang telah ditemukan, tetapi memastikan seluruh kawasan yang diduga menjadi lokasi PETI diperiksa.
Sorotan NCW muncul setelah warga mengaku masih mendengar deru ekskavator pada malam hari di sekitar kawasan Sungai Bodi. Warga juga menyebut terdapat titik-titik yang belum tersentuh penyisiran, termasuk Mohuhulo dan Lomuli yang menurut mereka berjarak sekitar satu kilometer dari Nunuk.

Drs Adrian Tolinggi Ketua NCW Perwakilan Sulawesi Tengah. Foto Ist-Tinombala.com
“Kalau mau menertibkan, tertibkan semuanya. Jangan sampai terkesan ada tebang pilih,” kata Drs Adrian Tolinggi Ketua NCW Perwakilan Sulawesi Tengah kepada Tinombala.com Kamis 24 September 2026.
Menurutnya, operasi yang melibatkan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Kehutanan, Gakkum Sulawesi Tengah, KPH Gunung Dako, kejaksaan dan Brimob Polda Sulteng perlu memastikan seluruh titik yang menjadi sasaran penertiban diperiksa secara menyeluruh.
Keterangan warga mengenai aktivitas alat berat pada malam hari menggali isi perut bumi mencari butiran emas dan titik yang disebut belum di sisir apakah Mohuhulo dan Lomuli telah masuk dalam pemetaan dan cakupan operasi.
Yang Dicari Bukan Sekadar Alat Berat

Penampakan Alat berat Jenis Eksavator Belah Perut Bumi di Malam Hari di Lokasi PETI Dalam Kawasan Hutan Kecamatan Paleleh Barat Buol Sulawesi Tengah foto Ist- Tinombala.com
Kepala KPH Pogogul, Abram, sebelumnya menyatakan penertiban PETI di kawasan hutan memiliki dasar hukum dan berpijak pada kewenangan pengamanan kawasan hutan negara secara menyeluruh. Pernyataan tersebut dikutip dari sejumlah pemberitaan media.
Kini, pertanyaan publik bergeser pada cakupan operasi
Seberapa luas kawasan telah disisir, titik mana saja yang diperiksa, dan bagaimana tindak lanjut terhadap laporan warga mengenai aktivitas PETI yang disebut masih berlangsung.
Tinombala.com masih menunggu penjelasan Gakkum mengenai cakupan operasi dan membuka ruang hak jawab serta klarifikasi bagi seluruh pihak terkait. (MR)





















