Breaking News

Home / Morowali / Sulteng

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:25 WIB

Dua Mobil Warga Dirusak Pekerja Asal Cina, Bentrok Pecah, Alat Berat Dibakar

Dua Mobil Warga Matarape Di Rusak Tenaga Kerja Asing. Dok Foto Istimewa Warga Matarape Morowali

Dua Mobil Warga Matarape Di Rusak Tenaga Kerja Asing. Dok Foto Istimewa Warga Matarape Morowali

TINOMBALA.COM, Morowali Sulteng — Persoalan debu dari aktivitas pertambangan nikel berujung bentrokan antara warga Desa Matarape, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, dan pihak perusahaan pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Sekitar 50 warga terlibat dalam aksi di Pos Security Jetty IUP PT Askon/BKR. Sejumlah kendaraan dan alat berat milik perusahaan dilaporkan rusak dan dibakar.

Dua Kendaraan Warga Dirusak, Alat Berat Tambang Nikel Dibakar di Matarape Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah

Aksi bermula dari tuntutan warga agar perusahaan menangani dampak debu aktivitas pertambangan yang disebut beterbangan hingga ke permukiman. Warga meminta kompensasi uang debu atau penyiraman jalan hauling untuk mengurangi debu.

Sekitar pukul 10.30 Wita, massa memalang jalan hauling menggunakan dua kendaraan roda empat. Setelah salat Jumat, sekitar pukul 12.30 Wita, massa kembali ke lokasi dan mendapati dua kendaraan yang digunakan untuk memalang jalan telah rusak.

Situasi kemudian memanas hingga terjadi aksi saling pukul. Dua warga, Rinto dan Dowir, dilaporkan terluka. Dari pihak perusahaan, Yusuf dilaporkan mengalami luka memar pada wajah dan kepala.

Sekitar pukul 13.30 Wita, massa merusak sejumlah kendaraan dan alat berat perusahaan. Tiga unit LV Hilux dilaporkan rusak berat. Tiga unit LV Hilux lainnya, satu grader, dan satu excavator dilaporkan dibakar.

Warga Murka, Kantor Security Perusahaan Dirusak dengan Ekskavator

Sekitar pukul 15.27 Wita, massa bergerak menuju kantor PT Askon/BKR menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat.

Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini mengatakan kepolisian berupaya mengendalikan situasi secara persuasif, namun tetap tegas. Personel Polres Konawe Utara turut dilibatkan dalam pengamanan karena lokasinya menjadi wilayah terdekat dari site PT Askon.

“Kami meminta kepada seluruh masyarakat di Desa Matarape agar senantiasa menahan diri, tidak mudah terpancing oleh provokasi, dan menyerahkan sepenuhnya penanganan persoalan ini kepada pihak berwenang,” kata Reza.

Baca Juga:  Pukul 06.00, Wali Kota Palu Sudah di Jalan: Siapa yang Ditegur di Pasar Manonda?

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri yang dapat merugikan masyarakat luas dan berpotensi melanggar hukum.

Bentrok tersebut menambah panjang persoalan di sekitar aktivitas pertambangan nikel di Matarape. Tuntutan warga terkait dampak debu, penanganan kerusakan aset perusahaan, serta proses hukum atas bentrokan kini menjadi perhatian aparat. (Y)

Share :

Baca Juga

Buol

Galian C Buol: PT Sinar Vijorey Klaim Penuhi Aspek Legal dan Lingkungan

Palu

Pemda Kabupaten Buol Peroleh Penghargaan UHC Award Dari Gubernur Sulteng 

Buol

Sambut Ramadhan 1447 H, Pemkab Buol Gelar Syukuran dan Doa Bersama

Buol

Jalan Rp16,8 Miliar, Dugaan Kejanggalan Muncul Sejak Awal

Palu

Di Tengah Dunia yang Bergejolak, Kajati Sulteng Ingatkan Satu Hal yang Tak Boleh Hilang

Buol

Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo, Sampaikan RAPERDA – RPJMD 2025–2029

Buol

Sarang Burung Walet di Atas Bangunan SMK Terbakar, Warga Sebut Milik Kepala Sekolah

Buol

PWI Peduli Menyasar Warga Miskin Ekstrem Buol
error: Konten ini dilindungi hak cipta!