Breaking News

Home / Buol / Sulteng

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:21 WIB

Sawah Baru Rp35,8 Miliar di Buol Rampung, Tapi Belum Dialiri Irigasi

Lokasi percetakan sawah 2025 Selesai di kerjakan kembali di tumbuhi rumput di Karena tidak adanya saluran parit atau irigasi Foto Istimewa

Lokasi percetakan sawah 2025 Selesai di kerjakan kembali di tumbuhi rumput di Karena tidak adanya saluran parit atau irigasi Foto Istimewa

TINOMBALA.COM, Buol Sulawesi Tengah — Program percetakan sawah baru di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025 dilaporkan telah selesai dikerjakan. Namun hingga pertengahan Mei 2026, sebagian lahan disebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena belum tersedianya jaringan irigasi.

Pantauan di sejumlah lokasi percetakan sawah pada Sabtu, 16/05/2026, memperlihatkan hamparan lahan yang telah terbentuk menyerupai area persawahan. Akan tetapi, sejumlah titik terlihat masih kering dan belum dialiri air.

Program percetakan sawah tahap awal di Kabupaten Buol mencakup luasan 1.000 hektar yang dibagi dalam dua tahap masing-masing 500 hektar. Lokasinya tersebar di enam kecamatan, yakni Tiloan seluas 60 hektar, Momunu 385 hektar, Lakea 122 hektar, Bokat 22 hektar, Bunobogu 338 hektar, dan Paleleh 73 hektar.

Total anggaran yang dialokasikan melalui APBN Tugas Pembantuan untuk dua tahap program tersebut mencapai Rp35.830.500.000.

Komandan Kodim (Dandim) 1305 Buol-Tolitoli Letkol Inf Aryanto Rolando , S.I.P. Mengatakan pekerjaan fisik percetakan sawah sejauh ini telah selesai seluruhnya. Menurut dia, program itu sebelumnya digagas melalui koordinasi bersama sejumlah pihak, termasuk pemerintah daerah, sebagai bagian dari upaya mendukung perluasan lahan pertanian.

“Mengenai percetakan sawah di Kabupaten Buol semuanya sudah selesai 100 persen. Tinggal bagaimana pemerintah dapat memfasilitasi apa yang sudah digagas sebelumnya bersama pemerintah daerah,” kata Dandim 1305 Buol-Tolitoli kepada media ini melalui telepon Via WhatsApp Sabtu, 16/05/2026.

Meski demikian, ia mengakui persoalan pengairan masih menjadi kendala di lapangan. Menurut dia, keberadaan irigasi menjadi faktor penting agar sawah yang telah dicetak dapat segera dimanfaatkan petani.

“Kalau tidak ada irigasi, investasi percetakan sawah dari pemerintah pusat ini bisa sia-sia jika tidak ada pengairan,” ujarnya.

Baca Juga:  Pekan Imunisasi Dunia 2026 Digelar di Kebon Jeruk, Sasar Puluhan Siswa Sekolah Dasar

Dandim juga menyebut dirinya mengetahui adanya rencana dukungan anggaran terkait pembangunan pengairan. Namun hingga kini ia mengaku belum memperoleh informasi pasti mengenai hambatan yang menyebabkan jaringan irigasi belum tersedia.

“Setahu saya anggaran itu sudah ada, namun hingga kini saya belum mengetahui apa kendalanya,” katanya.

Sejumlah warga di lokasi proyek menyebut masyarakat sebenarnya menyambut baik program percetakan sawah tersebut. Program itu dinilai membuka harapan baru bagi peningkatan produksi pertanian dan ekonomi masyarakat desa.

Namun warga berharap pemerintah segera memastikan kesiapan infrastruktur pendukung agar lahan yang sudah dicetak tidak terbengkalai.

“Masyarakat antusias terhadap lahirnya percetakan sawah tahun 2025. Namun kendala di lapangan memang belum adanya irigasi,” kata seorang warga.

Program cetak sawah baru merupakan bagian dari agenda pemerintah Pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung target swasembada pangan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sebelumnya mengalokasikan anggaran Rp365,3 miliar dalam DIPA Tahun 2025 untuk pencetakan 10.180 hektar sawah baru di sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, termasuk Kabupaten Buol.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi teknis terkait mengenai perkembangan pembangunan jaringan irigasi pada lokasi percetakan sawah tersebut.

Tinombala.com tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini sesuai prinsip keberimbangan dan etika jurnalistik. (Red)

Share :

Baca Juga

Morowali

“Indonesia Gawat Darurat: Diduga Ada Negara di Dalam Negara”

Buol

Dinas ESDM Wilayah 1 Buol Tolitoli Sebutkan Hanya Ada Dua UIP – IUPB Galian C Di Kabupaten Buol

Buol

Wabub Buol Nasir Daimaroto Resmikan Grand Launching MBG 2025

Sulteng

Mutasi Pejabat, Polres Tolitoli Ganti Wakapolres hingga Kasat Lantas

Buol

Golkar Buol Tak Mau Terpuruk Lagi, Konsolidasi Besar Dimulai dari Desa

Parimo

Irigasi atau Drainase? Dua Versi Penjelasan Proyek P3-TGAI Rp195 Juta Memantik Tanda Tanya

Buol

Tambak Udang Rp400 Juta di Buol: Antara Pelatihan, PAD, dan Pinjaman Pribadi Kadis

Buol

Sunyi di Jam Kerja: Hanya Segelintir ASN Terlihat di Kantor P2KB-P3A Buol
error: Konten ini dilindungi hak cipta!