TINOMBALA.COM, Pohuwato — Rencana masuknya PT Lumintu Ageng Lestari untuk mengelola tambang emas di wilayah Popayato memicu penolakan. Di tengah polemik itu, Kepala Desa Molosipat Utara, Masrin Husain.
” Mengaku pada wartawan media ini Rabu, 22 Juli 2026. Ia tidak pernah diajak berkomunikasi maupun dimintai pendapat, padahal sebagian wilayah yang disebut-sebut menjadi lokasi tambang diduga berada di desanya.
“Saya tidak pernah dihubungi atau dimintai pendapat. Padahal jika benar lokasinya, sebagian besar berada di wilayah Molosipat Utara,” kata Masrin saat ditemui di kantornya.
Masrin mengaku khawatir rencana pertambangan akan berdampak terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat. Karena itu, ia mengapresiasi aksi penolakan yang dilakukan warga Molosipat Serumpun beberapa waktu lalu. Namun, ia tidak ikut bergabung karena mengaku tidak memperoleh informasi maupun ajakan.
Ia juga mempertanyakan kabar adanya pertemuan antara pihak perusahaan dengan sejumlah kepala desa di Kota Gorontalo. Menurutnya, apabila pertemuan tersebut benar berlangsung, Desa Molosipat Utara semestinya ikut dilibatkan mengingat wilayah yang diduga menjadi area tambang berada di desanya.
Dalam waktu dekat, Masrin berencana mengundang tokoh masyarakat untuk membahas sikap bersama terhadap rencana investasi tersebut.
Keresahan serupa disampaikan Idwar Kadir, penambang tradisional. Ia khawatir masyarakat lokal kehilangan akses mencari nafkah apabila pengelolaan kawasan tambang sepenuhnya berada di tangan perusahaan.
“Jangan sampai kami hanya menjadi penonton di kampung sendiri,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, PT Lumintu Ageng Lestari belum memberikan keterangan resmi terkait rencana kegiatan pertambangan tersebut. (Nikson)
Editor : Linda Fang



















