TINOMBALA.COM Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto meminta pelayanan peserta BPJS Kesehatan di rumah sakit terus dibenahi setelah pemerintah menggelontorkan suntikan dana sekitar Rp20 triliun.
Dikutip dari Kompas, Prabowo menekankan bahwa rumah sakit harus memastikan tidak ada perbedaan pelayanan antara pasien BPJS dan pasien non-BPJS. Selain itu, antrean pasien juga diminta agar dapat dipangkas sehingga pelayanan menjadi lebih efektif.
Di sisi lain, BPJS Kesehatan menyebut hingga September telah mengumpulkan iuran sekitar Rp118 triliun. Sementara itu, manfaat pelayanan yang harus dibayarkan mencapai Rp132 triliun.
Perhatian pemerintah kini diarahkan pada kualitas pelayanan BPJS di berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari rumah sakit pemerintah, BUMN, hingga rumah sakit swasta. Pembenahan tersebut mencakup kesetaraan pelayanan dan efisiensi waktu tunggu pasien.
Sumber: Kompas





















