Breaking News

Home / Jabodetabek / Nasional

Minggu, 15 Maret 2026 - 19:50 WIB

Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna Bahas Kesiapan Idulfitri 1447 H

Foto Istimewa

Foto Istimewa

Tinombala.com, Jakarta — Di penghujung Ramadan, pemerintah mulai menghitung hari menuju arus mudik dan perayaan Lebaran. Di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026), Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna yang berfokus pada kesiapan negara menghadapi Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Suasana rapat kabinet berlangsung dalam nuansa Ramadan. Dalam pengantarnya, Presiden mengingatkan bahwa umat Islam telah memasuki hari ke-23 puasa. Lebaran tinggal sepekan lagi. Ia berharap ibadah selama bulan suci ini diterima oleh Allah SWT dan masyarakat dapat kembali bertemu Ramadan pada tahun mendatang.

Namun rapat itu tak hanya berisi refleksi spiritual. Pemerintah juga menimbang berbagai kesiapan menjelang puncak mobilitas masyarakat mulai dari pengamanan, kelancaran transportasi, hingga stabilitas kebutuhan pokok.

Di hadapan para menteri, Prabowo menyinggung satu hal yang menurutnya menjadi kekuatan Indonesia: toleransi antarumat beragama. Ia mengapresiasi masyarakat dari berbagai latar belakang yang tetap menjaga suasana saling menghormati selama Ramadan.

Menurut Presiden, praktik toleransi itu bukan sekadar slogan. Ia mencontohkan peristiwa yang dialaminya saat menghadiri peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama di Malang, Jawa Timur. Saat itu, sejumlah gereja membuka halaman mereka untuk menampung warga NU yang datang menghadiri kegiatan besar organisasi tersebut.

Baca Juga:  Dari Ruang Serbaguna ke Lapangan Upacara, Jakarta Pusat Mulai Seleksi Paskibraka 2026

Bagi Prabowo, sikap saling membantu seperti itu mencerminkan wajah Indonesia yang sesungguhnya. “Inilah keunggulan kita, kekuatan kita. Bhinneka Tunggal Ika berbeda tetapi satu,” ujarnya.

Selain agenda Lebaran, rapat kabinet juga menyinggung respons pemerintah terhadap bencana di sejumlah daerah. Presiden mengapresiasi kerja cepat satuan tugas rehabilitasi dan rekonstruksi yang dalam waktu sekitar dua setengah bulan mampu membangun 218 jembatan.

Ia menyebut pembangunan cepat itu sebagai bukti kehadiran negara ketika masyarakat menghadapi situasi darurat. Menurutnya, koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat, dan relawan menjadi kunci percepatan pemulihan.

Menutup pengantar sidang, Prabowo menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang bekerja di lapangan. Ia meminta Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi menyampaikan apresiasi pemerintah kepada para petugas yang terlibat.

“Atas nama negara dan bangsa, saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur yang telah bekerja keras,” kata Presiden.

Di tengah hitung mundur menuju Lebaran, pesan Prabowo kepada kabinetnya sederhana: negara harus hadir menjamin kelancaran perayaan, sekaligus memastikan masyarakat merasakan keamanan dan ketenangan setelah sebulan berpuasa. (**/ Sumber Berita BPMI Setpres)

Share :

Baca Juga

Nasional

Ada 2438 Jiwa Umat Hindu Kabupaten Buol Hadiri Dharma Santhi Nyepi 1947/2025 Masehi

Nasional

Amaran WHO Diabaikan, HIV Terus Mengganas

Nasional

Anak Buah Soeharto, Letnan Komarudin Sosok Pemberani Dan Kebal Peluru

Jabodetabek

Uji Emisi Gratis di Rawa Buaya, 14 Kendaraan Tak Lolos

Nasional

Daftar Gaji Pegawai Negeri Sipil Tahun 2025, Lengkap Dari Golongan 1 Sampai 4

Jabodetabek

Hewan Liar Resahkan Warga Jelambar, Satpel KPKP Turun Tangan

Jabodetabek

Kejagung Mutasi Kajari Karo, Danke Rajagukguk Digantikan Edmond Purba

Nasional

Bank BRI Unit Diapati Bunobogu Segel Bangunan Yang Bukan Objek Jaminan Nasabah