TINOMBALA.COM, Gorontalo — Kembali petani yang tergabung dalam kelompok P3A menyuarakan keluhan krisis air irigasi yang telah melanda kekeringan lahan pertanian kecamatan Duhiada dan Buntulia.
Massa Aksi itu diterima oleh Ketua Komisi I, Iwan Abay,di ruang rapat DPRD. dan langsung digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara petani kelompok P3A
Bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Perwakilan Dinas Pertanian,
Di tengah jalannya rapat, Ketua DPRD Pohuwato, Beni Nento, bersama Wakil Ketua I, Hamdi Alamari, hadir menemui massa untuk mencari solusi bagi petani yang terkena dampak krisis air.
Menanggapi Hal itu, ketua DPRD Beni Nento mengajak perwakilan massa aksi untuk melakukan peninjauan langsung ke irigasi Bendungan yang terletak Desa Taluduyunu Utara .
Dalam pantauan media Di ruang Rapat DPRD. Agus Duka dengan tegas menyuarakan bahwa program Sumur Bor dari BWS Tidak bermfaat bagi petani.
Hal ini membuat dirinya emosi karena air yang diharapakan dapat mengairi sawah. Hanyalah endapan air didalam WC.tuturnya
Kedepan ada lagi program ZIAT dari BWS . Dirinya meminta bahwa proyek yang akan di bangun oleh balai sungai dapat mengantisipasi krisis air.tutup agus (Red)

















