Breaking News

Home / Gorontalo

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:56 WIB

Bugu Dikeruk Terang-Terangan, Satgas Bentukan Prabowo Subianto Presiden RI Di Mana?

Foto Istimewa Portal Sulawesi

Foto Istimewa Portal Sulawesi

Tinombala.com, Gorontalo –Kawasan Hutan Bugu di Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, seperti wilayah tanpa negara. Di jantung rimba yang semestinya dilindungi, sedikitnya 16 ekskavator bekerja tanpa jeda. Siang dan malam, besi-besi raksasa itu mengoyak tanah, meruntuhkan tebing, dan mengeruhkan sungai. Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) berlangsung terbuka tanpa garis polisi, tanpa penyegelan, tanpa rasa takut.

Dilangsir dari Portal Sulawesi di lapangan, pemandangannya nyaris tak masuk akal Jeriken solar tersusun di atas badan alat berat. Operator hilir mudik seolah bekerja di proyek resmi. Tak ada kesan sembunyi-sembunyi. cukong (PETI) di kecamatan Marissa ini diduga telah mengkondisikan semua lini pengawasan mulai dari pemerintah daerah,oknum kepolisian, TNI hingga Satgas PKH.

Bahkan ,sejumlah LSM dan pekerja media diduga ikut kecipratan saweran rupiah dari Cukong PETI di Bugu-Pohuwato ini. “Aman semua, bos sudah berkoordinasi,” ujar seorang operator yang akrab disapa Ungke. Kalimat itu bukan sekadar bualan. Ia menjadi semacam sandi yang berulang di lokasi tambang, menandakan ada keyakinan bahwa operasi ini tak akan disentuh.

Pertanyaan paling mendasar justru mengarah ke jalur masuknya alat berat. Berdasarkan informasi dari sumber terpercaya, iring-iringan ekskavator dan logistik disebut melintas melalui Kecamatan Paleleh, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, sebelum masuk ke Pohuwato. Puluhan jeriken bahan bakar diangkut terbuka. Jika benar demikian, bagaimana mungkin belasan alat berat bergerak lintas provinsi tanpa pengawasan? Apakah tak ada pos pemeriksaan? Atau justru ada yang memilih menutup mata?

Di tengah pusaran itu, beredar nama Ko Abeng, pengusaha yang disebut berasal dari Medan, Sumatera Utara. Sejumlah sumber menyebut ia diduga sebagai pendana utama operasi PETI di Bugu. Namanya jarang muncul di lokasi, tetapi disebut-sebut sebagai pengendali di balik layar, mengatur pergerakan alat, suplai solar, hingga komunikasi dengan berbagai pihak. Dugaan lain menyebut adanya pendekatan intensif ke sejumlah oknum agar aktivitas tetap berjalan tanpa gangguan.

Baca Juga:  PETI Bugu Mafia Tambang Ilegal Tantang Gakkum dan Polda

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum di Gorontalo maupun Sulawesi Tengah terkait dugaan keterlibatan pemodal atau pembiaran aktivitas tambang ilegal tersebut. Sementara ekskavator terus menggali, hutan terus terbelah, dan sungai menanggung lumpur.

Jika benar Satgas PKH Bentukan Prabowo Subianto Presiden RI ada , mengapa di Bugu hukum seperti tak bertaring? Dan jika hukum benar-benar bekerja, mengapa deru mesin itu masih terdengar lantang hingga hari ini? (***)

Share :

Baca Juga

Gorontalo

Gorontalo Terima Rp1,2 Triliun, Masa Depan Ternak Terintegrasi

Gorontalo

Marten Basaur Kembali Ke- Gorontalo, Diperiksa Soal PETI

Gorontalo

PETI Bugu, Taluditi Pohuwato, Kapolsek Palele di Duga Terima Setoran

Gorontalo

Hulawa Tenggelam, Jejak Tambang Di Balik Banjir

Gorontalo

Ultimatum Gunung Pani: Tiga Hari Bagi PT PETS Hentikan Tambang

Gorontalo

Agus Duka Pembangunan Sumur Bor Dari BWS Tidak Bermanfaat Bagi Petani

Daerah

Di Balik PETI Pohuwato, Jejaring Modal, Pola Senyap, Dan Hukum Yang Diuji

Gorontalo

Demo Plasma di Pohuwato Ricuh, Pos Jaga Perusahaan Dirusak, Sejumlah Warga Dibawa ke Polres