Buol, Tinombala.Com//Menjelang Hari Ulang Tahun PGRI dan Hari Guru Nasional ke-80 yang dilaksanakan di Desa Matinan, Kecamatan Gadung, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Wakil Bupati Buol, DR. Moh. Nasir Dj. Daimaroto, SH., MH, mengungkapkan kekecewaannya karena Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buol tidak hadir dalam acara tersebut.
“Kami sangat kecewa karena Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buol selaku stack holder. Dinas pendidikan yang seharusnya hadir, malah tidak hadir dalam kegiatan yang cukup sakral ini,” ujar Wakil Bupati Buol.
Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 300 guru dari seluruh desa dan kecamatan di Kabupaten Buol, dan dibuka langsung oleh Wakil Bupati Buol.
Sejarah Singkat Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-80
Hari Guru Nasional ditetapkan pada 25 November 1945, bersamaan dengan berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), tidak lama setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. Organisasi PGRI lahir dari semangat perjuangan para pendidik yang ingin memperjuangkan nasib guru, meningkatkan mutu pendidikan, serta mempertahankan kemerdekaan bangsa melalui dunia pendidikan.
Sebelum terbentuknya PGRI, telah ada berbagai organisasi guru di masa penjajahan Belanda, namun semuanya terpecah-pecah berdasarkan agama, daerah, dan golongan. Setelah kemerdekaan, seluruh organisasi guru tersebut bersepakat untuk melebur menjadi satu wadah perjuangan, yaitu PGRI. Sejak saat itu, tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional sekaligus HUT PGRI. (TB)

















