Buol, Tinombala.Com// Ramli, selaku RT Empat kakak kandung dari PLT Kepala Desa Bokat, Kecamatan Bokat, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, menemui wartawan dengan ambisi dan nada tinggi menanyakan siapa nama warga yang menyoroti pekerjaan tersebut. Kakak kandung PLT Kades terlihat kesal adanya pemberitaan sebelumnya mengenai Proyek pembangunan MCK ukuran 2,5 × 1,5 = 3,75 Meter di Desa Bokat, Kecamatan Bokat, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, yang menuai sorotan dari masyarakat dengan anggaran Rp 38.955.170,00 dari Dana Desa 2025.
Dalam rekaman pembicaraan, Ramli mempertanyakan dimana masalahnya “Itu pekerjaan PLT-nya siapa? Saya kan sudah kasih tahu sama Bapak, kami di desa ini dari hal kecil saja jadi buah bibir orang. Jangan sampai Pak PLT Kades, saya bukan membela karena dia saudara saya,” kata Ramli dengan nada tinggi.
“Sampai hari ini saya tegaskan, kalau barang itu keliru, saya bilang keliru. Ia bertanya, pekerjaan yang ada apanya yang keliru, apakah anggarannya, apanya yang salah?” tegasnya.
“Pengerjaan yang ada ini, PLT Kades lama yang programkan, menyusun kegiatan ini, yang sekarang menjadi Sekdes. Untuk PLT Kades baru hanya melanjutkan,” ungkap Ramli dengan nada tinggi dan kesal, Jumat Sore, 28 November 2025.
Pemberitaan sebelumnya Proyek MCK di Desa Bokat Buol Menuai Sorotan Publik
Proyek pembangunan MCK di Desa Bokat, Kecamatan Bokat, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, menuai sorotan dari masyarakat karena dianggap tidak seimbang antara biaya dan hasil. Bangunan kecil yang berdiri di area belakang Tribun lapangan Bola Kaki itu menelan anggaran hingga Rp 38.955.170,00 dari Dana Desa 2025.
Warga setempat mempertanyakan rincian penggunaan dana dan meminta penjelasan lebih lanjut tentang proyek tersebut. “Bangunannya kecil, kalau biayanya sampai segitu, kami wajar bertanya. Kami ingin tahu rincian penggunaan dananya,” ujar seorang warga yang namanya di minta tidak di cantumkan Kamis, 27 November 2025.
Beberapa warga juga menyebut tidak pernah menerima penjelasan rinci mengenai Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek tersebut, padahal prinsip penggunaan Dana Desa menuntut adanya transparansi dan keterlibatan masyarakat dalam pengawasan, ” Ungkap warga setempat.
Sekdes Desa Bokat saat di konfirmasi media ini Jum’at 28 November 2025 lewat telepon Via WhatsApp miliknya mengaku tidak bisa memberikan keterangan karena sedang mendampingi saudaranya berobat dirawat di rumah sakit di Palu, ” Kata Sekdes
” Ia menyarankan untuk menghubungi Kepala Desa dan PKA kegiatan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang proyek MCK di Desa Bokat. Namun, hingga berita ini terbit, belum ada tanggapan resmi dari Kepala Desa dan PKA kegiatan tersebut. (**)















