Tinombala.Com, Buol, – Kasus resep obat atas nama pasien Reza Fajar Satrio di RSUD Mokoyurli Buol telah mendapatkan klarifikasi resmi dari pihak rumah sakit dan dokter yang menangani. Dokter Ahksan, dokter ahli bedah, menyatakan bahwa permasalahan yang muncul adalah akibat kesalahan miskomunikasi antara tim medis dan keluarga pasien.
“Obat yang diresepkan adalah suplemen tambahan untuk pasca operasi yang tidak bersifat wajib. Bisa digunakan atau tidak sesuai dengan kondisi dan kemampuan pasien,” Kata Dokter Aksan pada media ini Selasa, (13/01/26)
Dokter Ahksan menjelaskan bahwa resep tersebut dibuat berdasarkan ketersediaan obat di apotek rumah sakit. Namun, kendala muncul karena penjelasan mengenai pilihan obat dan alternatif tersebut tidak sampai kepada keluarga pasien, menyebabkan kesalahpahaman.
Direktur RSUD Buol, Dokter Maryati, menyatakan bahwa telah memberikan instruksi resmi kepada seluruh dokter untuk tidak meresepkan obat yang harus dibeli di luar dan tidak membebani pasien dengan biaya tambahan.
Dokter Aksan telah memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pasien Reza Fajar Satrio dan keluarga. Pihak rumah sakit akan melakukan evaluasi ulang terhadap sistem komunikasi antara tim medis dan keluarga pasien untuk mencegah kesalahpahaman serupa di masa mendatang. (Reiyna)

















