Tinombala.Com, Gorontalo – Selasa (13/01/26) menjadi hari yang tak terlupakan bagi warga Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia Kabupaten Pohuwato hujan deras turun, dalam waktu singkat desa berubah menjadi genangan air bercampur lumpur. Rumah terendam, aktivitas lumpuh, dan warga hanya bisa menyelamatkan diri bersama barang seadanya.
Namun, banjir ini bukan sekedar kisah alam. Di balik derasnya air, ada jejak kerusakan lingkungan yang tak bisa diabaikan. Pepohonan yang dulu menjadi pelindung alami kini banyak hilang akibat aktivitas tambang emas ilegal. Hutan yang dulunya menyerap air, kini tak lagi mampu menahan derasnya hujan.
“Sekarang hujan sedikit saja, air langsung naik,” keluh warga setempat pada media ini Rabu, (14/01/26) Hulawa kini seolah membayar mahal harga dari tangan manusia yang merusak alamnya.
Banjir ini menjadi peringatan keras, tanpa hutan, tanpa perlindungan, masyarakatlah yang akhirnya menanggung akibatnya. (Juma)

















