Tinombala.com, Buol Sulteng –Pemerintah Kabupaten Buol menurunkan Tim Terpadu untuk menertibkan distribusi Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi 3 kilogram di Kecamatan Lakea, Selasa, 11/02/2026. Operasi ini dipimpin langsung Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Buol, Nasir Andi Makka, bersama jajaran penegak peraturan daerah dan unsur teknis terkait.
Di lapangan, tim tak hanya bergerak simbolik. Mereka menyisir sejumlah pangkalan dan titik distribusi. Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat, Kepala Seksi Peningkatan Sumber Daya Aparatur, serta dua Penyidik Pegawai Negeri Sipil Suleman S. Moso dan Zulham Korompot turut melakukan pemeriksaan administratif dan pengecekan fisik.
Penertiban ini juga melibatkan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan yang dipimpin langsung kepala dinasnya, Bagian Ekonomi dan Pembangunan Setda Buol, serta Pemerintah Kecamatan Lakea di bawah komando camat setempat. Keterlibatan lintas instansi itu menegaskan bahwa pengawasan LPG subsidi bukan semata urusan ketertiban, melainkan juga stabilitas ekonomi warga.
Fokus tim mencakup kelengkapan izin pangkalan, kesesuaian harga jual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), hingga ketersediaan stok bagi masyarakat. LPG 3 kilogram—yang diperuntukkan bagi rumah tangga miskin dan pelaku usaha mikro—kerap menjadi komoditas sensitif ketika harga melambung atau pasokan tersendat.
Pemerintah daerah menyebut langkah ini sebagai upaya pencegahan praktik penyimpangan di tingkat pangkalan maupun pengecer. Di tengah keluhan warga soal sulitnya memperoleh gas melon dengan harga wajar, operasi di Lakea menjadi penanda bahwa distribusi subsidi sedang diawasi lebih ketat. (Reiyna)
















