Tinombala.com, Buol Sulawesi Tengah— Pemerintah Kabupaten Buol mulai mencairkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur sipil negara pada Rabu, 1 April 2026. Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp17,6 miliar, angka yang bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga penopang denyut ekonomi lokal jelang hari raya.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Buol, Kasim Ali, memastikan proses pencairan telah disiapkan sejak jauh hari. Koordinasi lintas organisasi perangkat daerah dilakukan untuk menghindari hambatan teknis yang kerap muncul dalam distribusi anggaran berskala besar.
“Per hari ini, anggaran sebesar Rp17,6 miliar mulai diproses untuk disalurkan kepada 4.215 ASN dan 25 pimpinan serta anggota DPRD. Kami upayakan berjalan lancar,” kata Kasim.
Data BPKAD menunjukkan, penerima THR tahun ini mencakup 4.215 aparatur sipil negara di lingkup Pemerintah Kabupaten Buol serta 25 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Jumlah tersebut menegaskan besarnya beban fiskal daerah dalam memenuhi kewajiban tahunan ini.
Di tengah tekanan kebutuhan menjelang hari raya, pencairan THR kerap menjadi penyangga utama konsumsi rumah tangga pegawai. Pemerintah daerah berharap efek berantai dari belanja ASN dapat menggerakkan sektor perdagangan lokal, dari pasar tradisional hingga pelaku usaha kecil.
Namun, seperti tahun-tahun sebelumnya, tantangan tidak berhenti pada pencairan. Ketepatan waktu distribusi hingga ke rekening penerima dan potensi kendala administratif di tingkat OPD tetap menjadi titik rawan yang diawasi.
Kasim menegaskan, pihaknya berkomitmen menjaga kelancaran proses hingga seluruh hak pegawai terpenuhi. “Kami ingin tidak ada keterlambatan. Ini hak pegawai sekaligus bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah,” ujarnya.
Pewarta : Reiyna
Editor : Linda Fang















