TINOMBALA.COM, Buol Sulawesi Tengah — Pemerintah Kabupaten Buol mulai menapaki jalur modernisasi pertanian di tengah dorongan memperkuat swasembada pangan. Di bawah kepemimpinan Bupati Risharyudi Triwibowo dan Wakil Bupati Moh Nasir Daimaroto, pendekatan teknologi kini menjadi bagian dari strategi peningkatan produksi.
Jumat, 10 April 2026, hamparan sawah di Desa Diat, Kecamatan Bukal, menjadi titik awal uji coba penggunaan drone untuk penyemprotan hama. Perangkat terbang tanpa awak itu diuji oleh Dinas Pertanian Kabupaten Buol sebagai solusi atas persoalan klasik petani, keterbatasan tenaga kerja, luas lahan, dan efisiensi waktu.
Drone tersebut melintas rendah di atas petakan sawah, menyemprotkan cairan pengendali hama secara merata. Metode ini dinilai lebih cepat dibandingkan cara konvensional, sekaligus mengurangi paparan langsung bahan kimia kepada petani. Namun, efektivitas jangka panjangnya masih menunggu hasil evaluasi di lapangan.
Kegiatan itu tidak berdiri sendiri. Pada hari yang sama, pemerintah daerah juga menggelar penanaman padi perdana yang merupakan bagian dari program tanam serentak secara nasional. Acara ini dihadiri perwakilan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, termasuk Kepala Pusat Pendidikan (Kapusdik), yang memantau langsung implementasi teknologi di tingkat daerah.
Langkah ini memperlihatkan arah kebijakan yang mulai bergeser, dari pola tradisional menuju pertanian berbasis teknologi. Pemerintah daerah tampaknya ingin mengejar produktivitas, sekaligus menjawab tantangan ketahanan pangan yang kian kompleks.
Meski demikian, sejumlah pertanyaan mengemuka. Sejauh mana kesiapan petani dalam mengoperasikan teknologi ini? Bagaimana skema pembiayaan dan perawatan alat ke depan? Tanpa dukungan berkelanjutan, inovasi semacam ini berisiko berhenti pada tahap uji coba.
Di tengah optimisme itu, Kabupaten Buol sedang diuji, apakah modernisasi pertanian benar-benar menjadi solusi, atau sekadar seremoni teknologi di atas sawah.
Pewarta: Reiyna
Editor: Linda Fang















