Breaking News

Home / Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 - 06:34 WIB

Mengapa Koperasi Desa Ditakuti?

Foto Istimewa

Foto Istimewa

TINOMBALA.COM — Mari kita bela Alfamart dan Indomaret sepenuh hati. Jangan biarkan Koperasi Desa Merah Putih mengganggu tatanan ekonomi yang selama ini dianggap mapan. Bukankah lebih nyaman jika keuntungan usaha terus mengalir ke kantong pemilik modal besar ketimbang berputar di desa dan dinikmati masyarakat sendiri?

Begitulah sindiran yang dilontarkan Suroto terhadap pihak-pihak yang meragukan keberadaan koperasi desa. Menurut dia, justru di situlah letak persoalannya: koperasi berpotensi memangkas rantai distribusi, menjual barang subsidi sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), serta mengembalikan keuntungan kepada anggotanya.

Jika itu terjadi, rakyat memperoleh harga yang lebih murah, petani dan nelayan memiliki posisi tawar yang lebih kuat, sementara keuntungan ekonomi tidak lagi terkonsentrasi pada segelintir pihak.

Suroto menilai kekhawatiran terhadap koperasi muncul karena model usaha ini memungkinkan masyarakat menjadi pemilik usaha, bukan sekadar konsumen. Melalui koperasi, aset dan modal dapat dikelola bersama untuk kepentingan anggota dan komunitas desa.

“Jangan sampai rakyat menyadari bahwa mereka bisa menjadi pemilik pasar, bukan hanya pasar bagi orang lain,” tulisnya dengan nada satir.

Menurut dia, bagi pihak yang selama ini menikmati ketimpangan ekonomi, tumbuhnya koperasi desa bisa dianggap sebagai ancaman. Sebab, semakin kuat ekonomi lokal, semakin kecil ketergantungan masyarakat terhadap pemilik modal besar.

Karena itu, ia menyindir, jika ingin mempertahankan konsentrasi kekayaan dan dominasi pasar, maka koperasi desa memang harus dicurigai. Namun jika yang ingin dibangun adalah kemandirian ekonomi rakyat, koperasi justru layak diberi ruang untuk berkembang.(*)

Sumber Suroto Penasehat PT Agrinas Pangan Nusantara

Baca Juga:  Jangan Sampai Ketinggalan! Ini Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026 dari Laga Perdana hingga Final

Share :

Baca Juga

Nasional

KWRI Sulteng : Karya Jurnalistik Bukan Tindak Pidana, Jangan Salah Gunakan KUHP

Nasional

Umat Hindu Rayakan Melasti Dipantai Bokat

Jabodetabek

Banyak Masalah Mengadang Jakarta, Mengapa Pramono Justru Mengajak Warga Tetap Optimistis?

Nasional

Ada 2438 Jiwa Umat Hindu Kabupaten Buol Hadiri Dharma Santhi Nyepi 1947/2025 Masehi

Jabodetabek

Puluhan Tahun Menghilang, Jejak Aset Edi Tansil Berakhir dengan Setoran Rp1 Triliun

Jabodetabek

636 Lubang Jalan Ditambal, Jakarta Barat Dikejar Waktu

Jabodetabek

Jakarta Cerah Seharian, Suhu Tembus 34 Derajat, Apa yang Perlu Diwaspadai?

Jabodetabek

Arena Tinju di Kolong Flyover Pasar Rebo Diresmikan, Pemprov DKI Klaim Tawuran Menurun
error: Konten ini dilindungi hak cipta!