Tinombala.com, Jakarta — Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat kembali menggelar operasi penataan kawasan di lingkungan Jalan Mashabi dan Kebon Kacang. Kecamatan Tanah Abang. Ratusan petugas gabungan turun ke lapangan sejak pagi, diawali dengan apel bersama di depan gerbang Thamrin City. Dari titik itu, barisan petugas bergerak menyusuri Jalan Mashabi hingga Kebon Kacang. menertibkan bangunan liar serta lapak pedagang kaki lima yang menempati trotoar.
Penataan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mengembalikan fungsi ruang publik yang selama ini tergerus aktivitas informal. Trotoar di kawasan padat tersebut kerap berubah fungsi menjadi tempat berdagang maupun lokasi parkir liar.
Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Erik P. Z. Lumbun mengatakan kegiatan penataan telah berlangsung selama dua hari dan akan terus berlanjut. Pemerintah kota menargetkan kawasan di sekitar belakang Plaza Indonesia hingga Thamrin City menjadi lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat.
“Jadikan setiap langkah kita melakukan kegiatan di tempat ini dengan niat ibadah, apalagi di bulan Ramadan. Jadi tidak hanya menjalankan tugas dunia, tetapi juga bernilai akhirat,” kata Erik kepada para petugas saat apel.
Asisten Pemerintahan Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Pusat Prasetyo Kurniawan menyebutkan, pada hari pertama penataan, petugas berhasil membersihkan sedikitnya 31 bangunan liar yang sebagian besar digunakan sebagai tempat berdagang. Selain itu, petugas juga memberikan peringatan kepada pengelola parkir liar yang memanfaatkan trotoar untuk memindahkan kendaraan ke lokasi yang semestinya.
Menurut Prasetyo, operasi ini bertujuan mengembalikan fungsi utama trotoar sebagai jalur pejalan kaki. Setelah kawasan dinyatakan steril, pemerintah kota akan menempatkan tim penjaga agar trotoar tidak kembali ditempati aktivitas yang melanggar aturan.
Sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) juga dilibatkan untuk menata ulang kawasan tersebut. Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota dijadwalkan melakukan penopingan pohon sekaligus mengembalikan fungsi taman. Sementara Suku Dinas Bina Marga akan menertibkan kabel yang semrawut serta memperbaiki bagian trotoar yang rusak.
Adapun Suku Dinas Sumber Daya Air akan melakukan pengerukan saluran air guna mencegah genangan, sedangkan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di tingkat kelurahan telah diberi titik kerja untuk menjaga kebersihan kawasan.
Prasetyo berharap upaya penataan ini tidak hanya bergantung pada aparat pemerintah. Ia mengajak warga sekitar turut menjaga lingkungan agar tetap tertib dan bersih.
“Kalau lingkungan kita sehat dan bersih, tentu kita juga yang merasa nyaman tinggal di sini. Penjagaan nantinya bukan hanya dari pemerintah, tetapi juga dibantu masyarakat sekitar,” ujarnya.
Pewarta: Denny
Editor Linda Fang

















