Breaking News

Home / Nasional

Kamis, 19 Maret 2026 - 21:25 WIB

Arab Saudi Tetapkan Idulfitri 2026 Jatuh Jumat 20 Maret

Foto Istimewa

Foto Istimewa

Tinombala.com — Pemerintah Arab Saudi resmi menetapkan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan ini diumumkan setelah pemantauan hilal pada Rabu, 18 Maret 2026, yang menunjukkan bahwa bulan sabit awal Syawal belum terlihat sehingga bulan Ramadan digenapkan menjadi 30 hari.

Keputusan tersebut diumumkan oleh Mahkamah Agung Arab Saudi, lembaga yang berwenang dalam penentuan awal bulan Hijriah di negara tersebut. Dengan demikian, Kamis, 19 Maret 2026 ditetapkan sebagai hari ke-30 Ramadan dan Jumat menjadi 1 Syawal 1447 H.

Metode Rukyat Penentuan Syawal

Penentuan awal bulan Syawal di Arab Saudi menggunakan metode rukyatul hilal, yakni pengamatan langsung terhadap bulan sabit setelah matahari terbenam. Jika hilal tidak terlihat pada malam ke-29 Ramadan, maka bulan puasa disempurnakan menjadi 30 hari.

Metode ini telah lama menjadi rujukan bagi sejumlah negara Muslim di kawasan Teluk. Negara seperti Uni Emirat Arab, Qatar, dan Bahrain biasanya mengikuti keputusan yang sama dalam penetapan hari raya.

Penjelasan Astronomis

Secara astronomi, banyak pakar telah memperkirakan bahwa hilal pada 18 Maret 2026 sulit terlihat. Posisi bulan yang masih rendah di ufuk barat serta sudut elongasi yang belum memenuhi kriteria visibilitas membuat kemungkinan terlihatnya hilal sangat kecil.

Karena itu, keputusan Arab Saudi untuk menggenapkan Ramadan menjadi 30 hari dinilai sejalan dengan analisis astronomi internasional.

Pengaruh Global

Penetapan Idulfitri oleh Arab Saudi sering menjadi acuan bagi komunitas Muslim di berbagai negara, termasuk di kawasan Timur Tengah dan sebagian komunitas Muslim di Eropa.

Namun, tidak semua negara mengikuti keputusan tersebut. Di Indonesia, penentuan awal Syawal tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah yang mempertimbangkan kombinasi metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal).

Baca Juga:  Dicopot Kemarin, Kantornya Digeledah Kejagung, Ada Apa di Badan Gizi Nasional?

Organisasi Muhammadiyah sendiri telah menetapkan Idulfitri 1447 H pada 20 Maret 2026 berdasarkan Kalender Global Hijriah Tunggal. Sementara pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia masih menunggu hasil pengamatan hilal pada 19 Maret 2026.

Jika hilal tidak terlihat di wilayah Indonesia, ada kemungkinan Idulfitri jatuh pada 21 Maret 2026.

Tradisi Idulfitri di Arab Saudi

Di Arab Saudi, salat Id biasanya dilaksanakan sekitar 15 menit setelah matahari terbit. Setelah itu masyarakat berkumpul bersama keluarga, saling berkunjung, dan berbagi hidangan khas sebagai bentuk perayaan hari kemenangan.

Pemerintah juga menetapkan libur nasional beberapa hari agar masyarakat memiliki waktu untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga.

Pesan Persatuan Umat

Perbedaan penetapan hari raya merupakan hal yang lazim dalam dunia Islam karena adanya variasi metode dalam menentukan awal bulan Hijriah. Para ulama sering menekankan pentingnya menjaga toleransi dan saling menghormati dalam menyikapi perbedaan tersebut.

Relevansi dengan SDGs

Momentum Idulfitri juga selaras dengan nilai-nilai United Nations dalam agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Tradisi berbagi zakat fitrah, memperkuat solidaritas sosial, dan menjaga keharmonisan masyarakat mencerminkan tujuan pembangunan berkelanjutan seperti pengentasan kemiskinan, penguatan komunitas, dan perdamaian sosial.

Karena itu, Idulfitri tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga berperan dalam membangun solidaritas dan kesejahteraan masyarakat secara lebih luas. (**)

Share :

Baca Juga

Nasional

Daeng Ampes Pejalan Kaki Lintas Sulawesi Berikan Pertolongan Pada Pengendara Bermotor Yang Mengalami Kecelakaan

Jabodetabek

Bank Mandiri Buka Rekrutmen Besar-Besaran, Tawarkan Posisi Strategis dan Status Pegawai Tetap

Nasional

Safari Ramadan di Kapuk, Dari Santunan Hingga “Cek Iman Gratis” Ala Wali Kota Jakbar

Nasional

PROBO Gaspol 2 juta Anggota: Rizky Hidayatullah Siap Konsolidasi Nasional

Nasional

Jaring KPK Melejit, Bupati Kolaka Timur OTT

Jabodetabek

Sembako Murah di Kemayoran: Kolaborasi Pemkot dan Kadin Redam Tekanan Harga Ramadan

Nasional

PWI–Kemenhan Gelar Retret, Bahas Peran Pers dan Ketahanan Informasi

Nasional

Ratusan Alat Berat Beroperasi, Dibalik PETI Pasaman Barat, Dugaan Dana Koordinasi Mengalir hingga Puluhan Miliar