Breaking News

Home / Parimo / Sulteng

Senin, 13 Juli 2026 - 09:33 WIB

Balai Tutup Informasi, Mencurigakan Proyek Irigasi

Foto Ist-Asrip Bahmit Tinombala.com

Foto Ist-Asrip Bahmit Tinombala.com

BWS Sulawesi Tengah III menutup akses informasi di tengah proyek yang dibiayai uang negara. Ketika pejabat memilih bungkam, ruang kecurigaan justru mengalir lebih deras daripada air irigasi.

TINOMBALA.COM, Parigi Moutong Sulteng — Air semestinya mengalir ke sawah, bukan berhenti di tembok birokrasi. Namun dalam proyek peningkatan jaringan irigasi di bawah Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi Tengah III, yang justru tersendat adalah keterbukaan informasi.

Hingga Minggu, 12 Juli 2026, upaya media ini menghubungi Balai Wilayah Sungai Sulawesi Tengah III di Palu untuk memperoleh penjelasan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pelaksanaan proyek belum membuahkan hasil.

Melalui pesan WhatsApp, Wartawan menghubungi petugas pengaduan hanya menjawab, “Maaf Pak, kami tidak bisa memberikan kontak pimpinan tanpa sepengetahuannya. Kami akan segera menghubungi PPK terkait berita ini.” Janji itu berhenti sebagai pesan.

Padahal proyek ini dibiayai APBN. Uangnya berasal dari publik. Karena itu, publik pula yang berhak mengetahui siapa penanggung jawab pekerjaan, bagaimana proyek dilaksanakan, dan apakah pelaksanaannya sesuai perencanaan serta spesifikasi teknis.

Di tengah tertutupnya akses informasi, sumber terpercaya yang mengetahui pelaksanaan proyek mengungkapkan kepada wartawan adanya dugaan pengondisian lokasi pekerjaan. Menurut sumber tersebut, pekerjaan diduga lebih banyak diarahkan ke titik-titik yang mudah dijangkau sehingga pelaksanaannya menjadi lebih sederhana dan berpotensi mengurangi volume pekerjaan dibanding kebutuhan riil jaringan irigasi di lapangan.

Foto Ist-Asrip Bahmid

Sumber itu juga menyebut pola tersebut diduga tidak sepenuhnya berorientasi pada kebutuhan pengairan lahan pertanian, melainkan lebih mempertimbangkan kemudahan pelaksanaan pekerjaan.

Diamnya penyelenggara proyek justru menjadi persoalan. Dalam proyek yang menggunakan uang negara, transparansi bukanlah pilihan, melainkan kewajiban. Semakin lama klarifikasi ditunda, semakin besar ruang bagi dugaan dan semakin tipis kepercayaan publik.

Baca Juga:  Balap Manol Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Morowali Angkat Martabat Petani Lewat Adu Cepat Motor Gabah

” Persoalan ini tidak lagi semata menyangkut saluran irigasi. Yang sedang dipertaruhkan adalah akuntabilitas penyelenggara negara dalam mengelola anggaran publik. Ketika akses informasi ditutup, fungsi pengawasan masyarakat ikut dipersempit,” Ungkap Sumber terpercaya Minggu 12 Juli 2026.

Proyek yang bersih tidak takut diawasi. Pejabat yang bekerja sesuai aturan tidak akan menghindari pertanyaan wartawan.Tetapi ketika akses informasi dikunci dan klarifikasi dibiarkan menguap, publik berhak mempertanyakan, apakah yang sedang dijaga adalah proyek, atau justru sesuatu yang tidak ingin diketahui masyarakat?

Wartawan media ini telah meminta konfirmasi kepada BWS Sulawesi Tengah III dan PPK, namun hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan.

(Arsip Bahmit)

Editor : Linda Fang 

Share :

Baca Juga

Sulteng

BPBD Tolitoli Sapu Bersih, Bongkar Bangunan Warga Yang Berdiri Di Atas Sungai Lembe Kelurahan Baru

Daerah

Ruas Jalan Bambuan Kecamatan Lampasio Mulai Ramai Arus Mudik Lebaran,Camat Lampasio Minta Pengguna Jalan Utamakan Keselamatan

Morowali

Polres Morowali Tangkap Pelaku Penikaman Maut di Desa Bente: Tersangka AM (26) Ditahan Setelah Korban MB (40) Meninggal Dunia

Buol

Evaluasi Refleksi dan Penguatan Kemitraan Media

Buol

Terkuak ! Pagu Anggaran Titipan Disejumlah OPD Kabupaten Buol Melalui TAPD Mencapai Puluhan Miliar

Sulteng

Reses Wakil Ketua DPRD Tolitoli, I nyoman Muliada SE Perjuangkan Aspirasi Warga Desa Kayulompa

Morowali

Kasus Nur Azizah: Layanan Kesehatan RSUD Morowali di Bawah Standar

Buol

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Labkesmas Buol
error: Konten ini dilindungi hak cipta!