TINOMBALA.COM, Buol Sulteng — Kepanikan akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 yang mengguncang Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Minggu malam, 12 Juli 2026, berujung duka. Seorang pasien yang sebelumnya menjalani perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Buol dilaporkan meninggal dunia setelah dievakuasi keluarganya ke lokasi pengungsian.
Informasi yang dihimpun wartawan Tinombala.com menyebutkan, sesaat setelah gempa terjadi, keluarga pasien meminta agar yang bersangkutan segera dikeluarkan dari ruang ICU karena khawatir terjadi gempa susulan. Di tengah situasi darurat, pasien kemudian dievakuasi keluar dari rumah sakit menuju titik kumpul pengungsian di kawasan Kantor Bupati Buol.
Tak lama setelah berada di lokasi pengungsian, pasien dilaporkan meninggal dunia. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak rumah sakit mengenai penyebab pasti kematian maupun kondisi medis terakhir pasien sebelum dievakuasi.
Pasien tersebut diketahui bernama Fatina Andi Baso, warga Desa Lokodoka, Kecamatan Gadung. Setelah proses penanganan oleh petugas ambulans, jenazah almarhumah kemudian dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Lokodoka untuk dimakamkan.
Gempa magnitudo 5,4 yang terjadi pada Minggu malam sempat memicu kepanikan warga Buol. Ribuan warga berhamburan keluar rumah dan bangunan untuk menyelamatkan diri. Sejumlah pasien di fasilitas kesehatan juga ikut dievakuasi sebagai langkah antisipasi, sementara masyarakat memilih bertahan di ruang terbuka karena khawatir terjadi gempa susulan.
Hingga kini, pemerintah daerah bersama pihak terkait masih melakukan pendataan dampak gempa. Sementara itu, pihak RSUD Buol maupun instansi berwenang diharapkan memberikan penjelasan resmi mengenai kronologi evakuasi pasien ICU tersebut agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. (Reiyna)
Editor : Linda Fang



















