TINOMBALA.COM, Bukittinggi — Pergantian pejabat di lingkungan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi vertikal kembali mewarnai Kota Bukittinggi. Pemerintah Kota Bukittinggi, Kamis 9Juli 2026, menggelar pisah sambut bagi tiga pejabat strategis yang mengakhiri masa tugasnya di kota tersebut. Momentum itu bukan sekadar seremoni pergantian jabatan, tetapi juga penegasan pentingnya kesinambungan kepemimpinan dan kolaborasi antarinstansi.
Acara yang berlangsung di Balairung Rumah Dinas Wali Kota itu melepas Komandan Kodim 0304/Agam, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, serta Ketua Pengadilan Agama Kota Bukittinggi. Ketiganya dinilai telah memberi kontribusi dalam menjaga stabilitas pemerintahan, pelayanan publik, hingga kehidupan sosial masyarakat selama bertugas.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan sinergi yang telah dibangun bersama Pemerintah Kota. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga ditopang kuatnya kerja sama antara Forkopimda dan seluruh instansi vertikal.
“Terima kasih atas pengabdian dan kerja sama yang telah diberikan. Semoga amanah di tempat tugas yang baru dapat dijalankan dengan baik. Kepada pejabat yang baru, kami ucapkan selamat datang. Mari terus memperkuat sinergi untuk kemajuan Kota Bukittinggi,” ujar Ramlan.
Dalam rangkaian acara itu, jabatan Dandim 0304/Agam resmi beralih dari Letkol Inf. Slamet Dwi Santoso, yang mendapat penugasan baru di Jakarta, kepada Letkol Inf. Viko Hendrika Sandro. Di lingkungan Kementerian Agama, Eri Iswandi dipercaya memimpin Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lima Puluh Kota, sementara posisi Kepala Kemenag Kota Bukittinggi kini diisi Irwan.
Sementara itu, Firdaus mendapat amanah baru sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Kelas IA Batam. Jabatan Ketua Pengadilan Agama Kota Bukittinggi selanjutnya diemban Salman, yang diharapkan dapat melanjutkan berbagai program pelayanan peradilan kepada masyarakat.
Bagi Pemerintah Kota Bukittinggi, pergantian tiga pejabat strategis tersebut menjadi bagian dari regenerasi kepemimpinan sekaligus momentum memperkuat koordinasi antarlembaga. Di tengah berbagai tantangan pembangunan, kesinambungan komunikasi dan kolaborasi dinilai menjadi kunci untuk menjaga stabilitas pemerintahan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Bukittinggi. (Sari)
Editor : Linda Fang



















