TINOMBALA.COM, Buol Sulawesi Tengah — Upaya memperkuat posisi tawar pekerja media di tengah perubahan industri kembali mengemuka. Sejumlah organisasi wartawan dan profesi media di Bukittinggi dan Agam sepakat membentuk Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Penerbitan, Percetakan, dan Media Informasi (PC-FSP-PPMI) Bukittinggi dalam rapat yang digelar Rabu, 15/04/2026.
Pertemuan berlangsung di Rinaldi House, kawasan Gulai Bancah, dan dipimpin oleh Wahyu Sikumbang. Agenda ini mempertemukan berbagai elemen profesi media, mulai dari Bukittinggi Press Club (BPC), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), hingga Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).
Pembentukan organisasi ini berangkat dari kegelisahan bersama atas dinamika industri media yang dinilai semakin kompleks. Dalam forum tersebut, perwakilan KSPSI menegaskan pentingnya wadah kolektif yang mampu memberikan perlindungan hukum sekaligus memperjuangkan hak dan kesejahteraan pekerja media.

Foto Istimewa
“Perubahan lanskap media menuntut adanya kekuatan bersama. Tanpa itu, pekerja media akan terus berada pada posisi rentan,” menjadi benang merah pembahasan dalam rapat tersebut.
Selain menyepakati tujuan, peserta rapat juga menyamakan persepsi mengenai peran organisasi sebagai alat perjuangan pekerja sektor penerbitan, percetakan, dan media informasi di tingkat daerah.
Forum kemudian menetapkan struktur kepengurusan. Wahyu Sikumbang didapuk sebagai ketua, didampingi Bayu Ramadhan sebagai sekretaris dan Gusnia sebagai bendahara. Sejumlah bidang strategis turut dibentuk, antara lain bidang advokasi dan hukum, sosial dan kehumasan, serta pendidikan, penelitian, dan pengembangan.
Struktur kepengurusan dirancang dengan melibatkan perwakilan lintas organisasi sebagai wakil ketua, mencerminkan pendekatan kolektif yang diusung sejak awal pembentukan.
Tak hanya itu, rapat juga menghasilkan sejumlah kesepakatan tambahan. Seluruh pengurus diwajibkan menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen organisasi.
Sementara itu, anggota diminta melengkapi administrasi sebagai bagian dari penataan kelembagaan.
Perwakilan KSPSI Bukittinggi menyatakan hasil rapat ini akan segera dilaporkan ke tingkat provinsi hingga pusat sebagai bagian dari proses pengesahan struktur organisasi.
Pembentukan PC-FSP-PPMI Bukittinggi menjadi penanda konsolidasi baru di kalangan pekerja media lokal. Di tengah tekanan industri yang terus berubah, organisasi ini diharapkan mampu menjadi benteng perlindungan sekaligus ruang perjuangan bagi para jurnalis dan pekerja media.
Pewarta: Sari
Editor: Linda Fang

















