Breaking News

Home / Jabodetabek / Nasional

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:55 WIB

Dari Rumah ke Rumah, Jakarta Pusat Berburu Kasus TB yang Tersembunyi

Foto Istimewa

Foto Istimewa

TINOMBALA.COM, Jakarta –Tuberkulosis masih menjadi pekerjaan rumah besar di Ibu Kota. Di Jakarta Pusat, pemerintah memilih mendatangi warga satu per satu melalui pelacakan massal yang dipadukan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Selama tiga bulan ke depan, sebanyak 57.800 warga menjadi sasaran pemeriksaan di 578 titik yang tersebar di seluruh 44 kelurahan.

Program yang berlangsung sejak awal Agustus hingga Oktober 2026 itu menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat menekan penyebaran penyakit menular yang hingga kini masih mencatat ribuan kasus. Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, sejak Januari hingga 31 Juli 2026 telah ditemukan 3.174 kasus tuberkulosis di wilayah Jakarta Pusat. Seluruh pasien tersebut kini menjalani pengobatan.

Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin meminta seluruh jajaran kecamatan dan kelurahan tidak sekadar menunggu warga datang ke fasilitas kesehatan. Ia menginstruksikan lurah menggerakkan jaringan masyarakat, mulai dari kader Dasawisma, RT, RW, hingga Jumantik, untuk mendampingi petugas kesehatan saat melakukan pelacakan di lapangan.

“Saya meminta lurah bersama kader mendampingi tim Sudinkes Jakarta Pusat saat melakukan pelacakan TB terintegrasi CKG di lapangan,” kata Arifin di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Senin, 3 Agustus 2026.

Menurut Arifin, keterlibatan aparat wilayah dan kader masyarakat akan mempermudah edukasi kepada warga mengenai bahaya tuberkulosis sekaligus mempercepat penemuan kasus. Dengan demikian, pasien yang teridentifikasi dapat segera memperoleh penanganan medis sebelum penyakit berkembang atau menular kepada orang lain.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat Ilmi Tri Indiarto mengimbau masyarakat tidak takut mengikuti pemeriksaan. Ia menegaskan tuberkulosis bukan penyakit yang tidak dapat disembuhkan, selama pasien disiplin menjalani terapi sesuai anjuran tenaga medis.

Baca Juga:  Selingkuh Itu Indah, Sampai Semua Hancur

“TB dapat disembuhkan dengan meminum obat secara rutin minimal selama enam bulan,” ujarnya.

Ilmi menjelaskan, dari total 578 lokasi pemeriksaan, setiap titik ditargetkan melayani sekitar 100 warga. Selain memberikan pengobatan kepada pasien yang terdiagnosis TB, petugas juga akan melakukan investigasi kontak erat terhadap anggota keluarga maupun orang yang sering berinteraksi dengan pasien.

Langkah itu dinilai penting untuk menemukan kasus yang belum terdeteksi sehingga pengobatan dapat dilakukan lebih dini. Dengan strategi pelacakan aktif tersebut, Pemerintah Kota Jakarta Pusat berharap rantai penularan tuberkulosis dapat diputus sekaligus meningkatkan angka kesembuhan pasien di wilayah ibu kota. (DY/Red)

Share :

Baca Juga

Nasional

Ryan Nathaniel Kwendy Ketua DPRD Buol, Hadiri Peringatan Hardiknas 2025

Nasional

Unsur Pimpinan Umat Hindu Kabupaten Buol Persiapkan Lokasi Upacara Melasti

Jabodetabek

Kolaborasi dan Inovasi Jadi Kata Kunci, PP PAUD Didorong Adaptif Hadapi Tantangan Zaman

Nasional

TMMD Agam Kebut Pengecoran Jalan, Akses Warga Palupuah Mulai Dibenahi

Jabodetabek

Pawai Ogoh-Ogoh Guyur Hujan, Jakarta Rayakan Nyepi

Nasional

Mentawai Muslim Care Perkuat Ukhuwah, Mengikat Kepedulian di Tengah Masyarakat Majemuk

Nasional

Dari Ruang Serbaguna ke Lapangan Upacara, Jakarta Pusat Mulai Seleksi Paskibraka 2026

Nasional

Kapolda Gorontalo Irjen Pol. R. Eko Wahyu Prasetyo Diminta Perintahkan Kaplres Tangkap Pihak Yang Terlibat Tambang IlegalĀ 
error: Konten ini dilindungi hak cipta!