Buol Sulteng — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Buol mendapat sorotan National Corruption Watch (NCW). Drs. Adrian Tolinggi meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum menelusuri penyebab kelangkaan serta memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran.
Informasi diperoleh dari sejumlah sumber SPBU menyebutkan kuota subsidi dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat jika peruntukannya digunakan dengan tepat. Namun, penyebabnya ada pada antrean kendaraan yang diduga menyalahgunakan BBM Subsidi dan dugaan penggunaan barcode atau rekomendasi yang tidak tepat sasaran dinilai menghambat distribusi mengakibatkan kelangkaan BBM.
Pernyataan itu disampaikan Adrian pada Rabu, 21 Oktober 2026. Ia menduga kelangkaan Solar dan Pertalite tidak semata-mata berkaitan dengan keterbatasan pasokan, tetapi juga berpotensi dipengaruhi penyalahgunaan distribusi oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan.
Menurut Adrian, antrean kendaraan yang mengular dan dugaan penyalahgunaan barcode BBM subsidi perlu diperiksa. Ia juga menyoroti dugaan praktik penyedotan BBM dari tangki mobil untuk dijual kembali kepada pengepul yang, menurutnya, dapat mengurangi ketersediaan BBM bagi masyarakat.
“Ini bukan persoalan Pertamina atau SPBU yang tidak mampu menyalurkan BBM. Pertamina punya pengalaman panjang mendistribusikan BBM sampai ke daerah terpinggir dan tidak pernah bermasalah,” ujar Adrian.
Dugaan yang Perlu Ditelusuri
Adrian menduga praktik penyelewengan BBM subsidi menjadi salah satu faktor yang perlu diperiksa di balik kelangkaan di sejumlah SPBU di kabupaten buol. Ia juga mempertanyakan efektivitas pengawasan dan penindakan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam jaringan pengepul BBM subsidi di sejumlah SPBU di Kabupaten Buol.
NCW Minta Pemerintah Bertindak dan mengawasi pembelian BBM Subsidi di SPBU
Adrian mendesak pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pihak terkait segera mengevaluasi pembelian distribusi BBM subsidi rekomendasi barcode yang di keluarkan dinas terkait. Ia meminta pengawasan diperketat dan dugaan penyimpangan ditindaklanjuti berdasarkan bukti.
Menurut Adrian, kelangkaan BBM yang berlangsung berkepanjangan dapat mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Ia mengingatkan, jika kebutuhan energi masyarakat terus terganggu, kondisi tersebut berpotensi memicu keresahan sosial.
Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kelangkaan BBM di sejumlah SPBU Buol belum terkonfirmasi ke Depo Pertamina Patraniaga. Pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum diperlukan agar berperan aktif dalam pengawasan pola pemerataan distribusi BBM subsidi di SPBU, serta tindak lanjut atas dugaan penyimpangan tersebut. (MR)
Editor Juma Usman





















