TINOMBALA.COM, Palu Sulawesi Tengah— Ketika sebagian warga masih memulai aktivitas pagi, Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, sudah berada di jalanan kota. Kamis pagi, 04/06/2026, sekitar pukul 06.00 Wita, ia memimpin langsung pemantauan kebersihan dan ketertiban lingkungan di sejumlah titik di Kota Palu.
Berboncengan sepeda motor bersama Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, Hadianto menyusuri beberapa ruas jalan, terutama di wilayah Kecamatan Palu Barat. Sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah turut mendampingi dalam kegiatan tersebut.
Salah satu lokasi yang menjadi fokus pemantauan adalah kawasan Pasar Inpres Manonda, pusat aktivitas ekonomi yang setiap hari dipadati pedagang dan pembeli. Di lokasi itu, wali kota memeriksa langsung kondisi kebersihan lingkungan, ketertiban kawasan pasar, hingga kenyamanan ruang publik yang digunakan masyarakat.
Dalam peninjauan tersebut, Hadianto tampak menghentikan langkahnya saat menemukan sejumlah pedagang masih menggunakan bahu jalan sebagai tempat berjualan. Menurutnya, praktik tersebut tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan kebersihan dan ketertiban di kawasan pasar.
Ia mengingatkan para pedagang agar mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah. Penataan kawasan pasar, kata dia, merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan kota yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh warga.
“Kota yang bersih dan tertata tidak bisa diwujudkan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan kesadaran dan kerja sama seluruh elemen masyarakat, termasuk para pedagang,” ujar Hadianto di sela kegiatan pemantauan.
Selain meninjau kondisi lapangan, wali kota juga memberikan instruksi kepada perangkat daerah terkait untuk meningkatkan pengawasan terhadap persoalan kebersihan dan ketertiban, terutama di kawasan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Kegiatan inspeksi pagi itu menjadi bagian dari agenda rutin Pemerintah Kota Palu dalam memastikan kebersihan dan penataan kota berjalan sesuai target. Bagi Hadianto, menjaga wajah kota bukan hanya soal estetika, melainkan juga menyangkut kenyamanan warga yang setiap hari beraktivitas di ruang publik. (HB)















