Morowali – Alih-alih menjawab sorotan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Kepala SDN 2 Bahoea Reko-Reko, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Apriyanti Taleba, justru melontarkan tuduhan serius terhadap wartawan.
Melalui pesan di sebuah grup WhatsApp, Apriyanti menulis, “Ini wartawan mau peras saya.” Pernyataan itu muncul ketika pemberitaan mengenai penggunaan dana BOS di sekolah yang dipimpinnya menjadi sorotan.
Tuduhan tersebut menuai keberatan wartawan yang melakukan peliputan. Mereka menegaskan komunikasi dengan pihak sekolah semata-mata untuk konfirmasi jurnalistik, bukan meminta uang atau keuntungan pribadi.
“Ini fitnah. Kami menghubungi kepala sekolah hanya sebatas konfirmasi untuk kepentingan pemberitaan, tidak lebih dari itu,” ujar salah seorang wartawan.
Ia meminta Apriyanti memberikan klarifikasi dalam waktu 1 x 24 jam. Jika tidak, pihaknya mempertimbangkan menempuh jalur hukum.
“Saya beri waktu 1 x 24 jam. Kalau pernyataan itu tidak segera diklarifikasi, saya akan menempuh jalur hukum,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Apriyanti belum memberikan tanggapan meski pesan konfirmasi melalui WhatsApp telah terbaca.
Di tengah polemik tersebut, substansi sorotan mengenai pengelolaan dana BOS di sekolah itu masih membutuhkan penjelasan. Publik berhak mengetahui bagaimana anggaran pendidikan digunakan dan dipertanggungjawabkan.
Tinombala.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi seluas-luasnya kepada Apriyanti Taleba maupun pihak terkait. (FL)



















