Tinombala.Com, Morowali – Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf menilai kebijakan pasar murah tak menyentuh akar persoalan mahalnya harga kebutuhan pokok di wilayah kepulauan. Ia meminta pemerintah daerah mengalihkan fokus ke subsidi angkutan barang menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1448 Hijriah.
Arahan itu disampaikan Iksan saat memimpin apel umum di halaman Kantor Bupati Morowali, Senin (19/1/2026). Menurutnya, lonjakan harga di daerah kepulauan bukan semata persoalan ketersediaan barang, melainkan akibat tingginya ongkos transportasi laut.
“Pasar murah hanya sementara dan jangkauannya terbatas. Yang mahal itu ongkos angkutnya,” kata Iksan di hadapan Wakil Bupati Iriane Iliyas, Sekda Morowali Yusman Mahbub, kepala OPD, pejabat eselon III dan IV, serta ASN Pemkab Morowali.
Ia memerintahkan agar pemerintah daerah menyewa kapal angkut di setiap wilayah kepulauan, seperti Menui, Bungku Selatan, dan Kecamatan Sombori Kepulauan, dengan memanfaatkan kapal dari wilayah setempat. Skema ini diharapkan memangkas biaya distribusi yang selama ini mendorong harga melambung.
Menurut Iksan, subsidi angkutan barang akan berdampak lebih luas karena langsung menekan biaya logistik pedagang. Dengan ongkos distribusi yang lebih rendah, harga barang di tingkat konsumen dapat dijaga tetap stabil selama Ramadhan hingga Idul Fitri.
Ia juga meminta organisasi perangkat daerah terkait segera menyusun skema subsidi yang terukur, transparan, dan tepat sasaran, terutama bagi pulau-pulau terluar yang paling rentan terhadap gejolak harga.
“Selama ongkos angkut dibiarkan mahal, pasar murah hanya jadi pemadam sesaat. Yang harus ditekan adalah biaya distribusinya, bukan sekadar harga di etalase.” (Yn)

















