Tinombala.com, Parigi Moutong – Maraknya dugaan penyelundupan BBM bersubsidi jenis solar mencuat di wilayah Tinombala, Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Solar subsidi tersebut diduga digunakan untuk menggerakkan aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Karya Mandiri. Dugaan ini mencuat di tengah kelangkaan solar subsidi yang dikeluhkan masyarakat setempat.
Sejumlah warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, distribusi solar subsidi ke wilayah PETI diduga berlangsung secara terorganisir. BBM tersebut disebut berasal dari SPBU terdekat di Parigi Moutong dan dibawa ke sekitar lokasi tambang emas ilegal di Desa Karya Mandiri. “Solar itu diambil dari SPBU, lalu dibawa ke arah lokasi PETI,” ujar seorang warga namanya tidak mau di sebutkan, Sabtu, (31/012026).
Warga menyebutkan, praktik ini diduga melibatkan seorang warga berinisial M’WN, yang berdomisili di Desa Tinombala Barat. M’WN disebut memperoleh solar subsidi melalui jaringan yang diduga melibatkan oknum pengawas SPBU dan sejumlah pihak yang disebut sebagai “cukong BBM”, dengan inisial RK dan OY, yang hampir setiap hari berada di area SPBU.
Dikonfirmasi terpisah, M’WN membenarkan bahwa dirinya memperoleh solar dari SPBU melalui pihak tertentu. “Saya beli dari cukong SPBU, lalu saya jual lagi kepada orang yang membutuhkan solar,” kata M’WN saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp, Sabtu Soreh, (31/01 2026). Namun ia membantah terlibat langsung dalam penyuplaiannya ke lokasi tambang emas ilegal.
Menurut M’WN, solar yang ia peroleh tidak dibawa masuk ke lokasi PETI. Ia mengklaim hanya melayani pembelian dalam jumlah kecil. “Kalau ada yang butuh satu atau dua jeriken, saya jual. Tapi saya tidak pernah memasukkan solar ke lokasi tambang ilegal,” ujarnya. Ia menegaskan tudingan keterlibatannya dalam suplai BBM subsidi ke PETI tidak benar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU maupun aparat penegak hukum terkait dugaan penyalahgunaan solar subsidi tersebut. Masyarakat berharap aparat segera turun tangan, mengingat kelangkaan solar subsidi kian dirasakan nelayan, petani, dan warga kecil di Kabupaten Parigi Moutong. (Abt)

















