Breaking News

Home / Daerah / Parimo

Minggu, 8 Februari 2026 - 16:02 WIB

Cukong Tinombala Santai Hadapi Penertiban Tambang Ilegal

Aktivitas PETI Menggila Di Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah (Foto Istimewa)

Aktivitas PETI Menggila Di Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah (Foto Istimewa)

Tinombala.com, Parigi Moutong – Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Karya Mandiri, Kecamatan Ongka Malino, Parigi Moutong, tetap berjalan meski isu penertiban dan aksi demonstrasi mencuat. Seorang cukong emas asal Desa Tinombala yang dikenal dengan nama Ropik mengaku tak ambil pusing. “Saya tidak pusing dengan penertiban dan demo. Intinya kerja saja dulu cari uang,” ujar Ropik, Jumat, (7/02/2026).

Ropik mengaku telah memindahkan alat berat ke lokasi baru setelah kandungan emas di titik sebelumnya menipis. Ia menyebut hanya memperoleh 17 gram emas setelah bekerja sekitar 100 jam. Ropik juga dikenal sebagai salah satu pembeli emas besar di wilayah tersebut, yang diduga menjadi simpul distribusi hasil PETI di Ongka Malino.

Ia menyebut sejumlah nama lain yang diduga terlibat dalam jaringan tambang ilegal itu, Anto dan yonas Sementara itu, Anto dan Aja yang ditemui terpisah mengungkap dugaan keterlibatan aparat penegak hukum. Anto menyebut ada aparat yang berjaga di wilayah tambang selama 1×24 jam dan mengaku pernah diancam menggunakan senjata api.

Padahal, praktik PETI jelas melanggar hukum. Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara menyatakan, “Setiap orang yang melakukan penambangan tanpa izin dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar.” Pasal 161 UU Minerba juga menegaskan sanksi pidana bagi pihak yang menampung, memanfaatkan, mengolah, atau menjual hasil tambang dari kegiatan tanpa izin.

Konstitusi melalui Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Ketentuan ini diperkuat UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang menegaskan kewajiban izin berusaha dari pemerintah pusat. Redaksi masih menelusuri dugaan lobi cukong ke aparat tingkat Polsek serta peran oknum aparat dalam melanggengkan tambang ilegal di Ongka Malino. Publik kini menanti langkah tegas Polda Sulawesi Tengah dan Polres Parigi Moutong. (AB)

Baca Juga:  Pemkab Buol Beri Perawatan Intensif 15 Warga Filipina yang Terombang-ambing di Laut Sulawesi

Share :

Baca Juga

Buol

Pangdam XXIII/Palaka Wira Tinjau Lokasi Hibah Kodim Dan Percetakan Sawah di Buol

Bukittinggi Sumatera

TMMD Ke-129 Bangun Harapan, Rehabilitasi Rumah Pendri Terus Dikebut

Buol

Catatan Perjalanan Tiga Jurnalis Buol di HPN Banten 2026

Buol

Bupati Buol Lantik Pejabat dan Buka Konsultasi Publik RKPD 2027

Buol

PWI Peduli Menyasar Warga Miskin Ekstrem Buol

Bukittinggi Sumatera

Berbagi di Tengah Hujan, Polresta Bukittinggi Salurkan Takjil untuk Pengendara

Buol

Kisah Kantor Desa yang Baru Hidup Setelah Sidak

Bukittinggi Sumatera

Safari Ramadan Aia Kaciak, Antara Silaturahmi Dan Serap Aspirasi
error: Konten ini dilindungi hak cipta!