Breaking News

Home / Daerah / Sulteng

Senin, 16 Februari 2026 - 11:42 WIB

Krisis Sunyi Kesehatan Jiwa: Sulawesi Tengah Hanya Punya 14 Psikiater, Wagub Dorong Percepatan

Tinombala.com,Palu Sulteng – Pelantikan pengurus baru organisasi profesi kerap berlalu sebagai seremoni rutin. Namun yang terjadi di ballroom Best Western Plus Coco Palu pada Ahad, 15 Februari 2026, terasa berbeda. Di hadapan para dokter spesialis dan pemangku kepentingan, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, melantik jajaran Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Cabang Sulawesi Tengah periode 2025–2028. Di balik prosesi yang khidmat, terselip kegelisahan atas meningkatnya persoalan kesehatan mental di daerah.

Surat Keputusan Pengurus Pusat PDSKJI Nomor 052/SK/PDSKJI/XII/2025 menetapkan dr. Andi Soraya Tendri Uleng sebagai ketua, didampingi dr. Jalaluddin Yusuf sebagai wakil ketua, dr. Patmawati sebagai sekretaris, dan dr. Ni Wayan Wirayanti Putri Negara sebagai bendahara. Formasi ini diharapkan bukan sekadar melengkapi struktur organisasi, melainkan memperkuat barisan pelayanan kesehatan jiwa yang masih terbatas di Sulawesi Tengah.

Dalam sambutannya, Reny menegaskan kesehatan jiwa tak bisa lagi ditempatkan sebagai isu pinggiran. Ia menyebut jumlah dokter spesialis kejiwaan di provinsi itu baru 14 orang—angka yang timpang jika dibandingkan dengan luas wilayah dan sebaran penduduk. Pemerintah daerah, kata dia, membuka ruang melalui program pembiayaan pendidikan spesialis bagi dokter umum. “Silakan mendaftar spesialis jiwa. Pembiayaannya melalui program Berani Cerdas. Kemarin kita sudah meluncurkan PPDS-1,” ujarnya.

Kekhawatiran pemerintah bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus gangguan mental di kalangan remaja menunjukkan tren meningkat. Gangguan bipolar, yang dahulu jarang terdeteksi pada usia sekolah, kini mulai ditemukan pada siswa SMA, SMK, bahkan SMP. Di Kabupaten Poso, kasus gangguan kecemasan tercatat cukup tinggi dan memerlukan pendampingan berkelanjutan. Fenomena ini, bagi pemerintah daerah, menjadi alarm bahwa layanan promotif dan preventif harus diperkuat, bukan hanya kuratif.

Baca Juga:  Progres Jalan Nasional Lingadan–Pinjan di Buol Tembus 70 Persen, BPJN Terapkan Sistem Buka Tutup

Pelantikan itu pun menjadi momentum konsolidasi. Pemerintah provinsi berharap PDSKJI cabang Sulawesi Tengah dapat memperluas edukasi publik, memperkuat deteksi dini di fasilitas kesehatan tingkat pertama, serta mendorong kolaborasi lintas sektor-dari sekolah hingga komunitas. “Ini tanggung jawab bersama,” kata Reny. “Kita harus hadir memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik.”

Di ujung acara, ucapan selamat disampaikan kepada pengurus yang baru dilantik. Namun di luar seremoni, pekerjaan besar menanti: membangun sistem layanan kesehatan jiwa yang merata di provinsi yang wilayahnya terbentang dari pesisir hingga pegunungan itu. Bagi Sulawesi Tengah, pelantikan ini bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan titik tolak menghadapi krisis kesehatan mental yang kian nyata. (FL)

Share :

Baca Juga

Poso

Peserta Buol Hafiz Raih Peringkat Terbaik Pada Ajang STQH XXVIII Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah

Sulteng

PT Sapta Unggul: Kebut Progres, Mega Proyek Penahan Ambrasi Di Bantaran Pantai Talise

Buol

Ketua DPRD Buol, Riyan Nataniel Kuwendy Mengunjungi Hutan Desa Binuang

Sulteng

Tembok Tubele Roboh, Proyek Siapa?

Buol

Diduga Desa Lonu Dijajah, PT HIP dan Pemerintah Tidak Peduli

Buol

Satpol PP Buol Siaga Sambut Lebaran

Buol

Bupati Cup 2025 Peduli, Bantuan Disalurkan kepada Warga Terdampak Abrasi

Buol

Kades Penista Agama ‘Kena Siksa’ 2 Tahun Hakim, “Jangan Main-Main Dengan Toleransi!”
error: Konten ini dilindungi hak cipta!